Muktamar Ke-33 NU

Gus Mus: Saya Malu Kepada Allah, Saya Malu Kepada KH Hasyim Asy'ari

Aug 03, 2015 16:44
Ketua Rais Aam Syuriah, KH Ahmad Mustofa Bisri. (Foto: rjo/maduratimes)
Ketua Rais Aam Syuriah, KH Ahmad Mustofa Bisri. (Foto: rjo/maduratimes)

MALANGTIMES - Kegaduhan di sidang pleno pertama, Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama (NU) yang sempat menimbulkan dead lock, akibat pembahasan mekanisme Ahwa, disesalkan oleh Ketua Rais Aam Syuriah PBNU, KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang populer dipanggil Gus Mus.

Baca Juga : Per Hari Ini Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di 23 Provinsi, Total 5.136 Penderita

"Saya malu kepada Allah SWT. Saya malu kepada almarhum Hadratus Syeckh KH Hasyim Asy'ari. Malu kepada KH Wahab Hasbullah. Malu kepada KH Bisri Syamsuri yang telah mengajarkan kita Akhlakul karimah," kata Gus Mus, sembari sesenggukan dihadapan Muktamirin.

Sesaat setelah itu, Gus Mus, lantas mengajak semua Muktamirin untuk membaca Alfatihah kepada ulama pendahulu, para pendiri NU dan pejuang NU. 

Disisi lain, Gus Mus yang masih mengemban tugas sebagai Rais Am Syuriah PBNU meminta maaf kepada seluruh Muktamirin.

"Maafkan saya. Semua yang terjadi ini adalah kesalahan saya. Sudi kiranya anda memaafkan saya," kata Gus Mus, yang langsung diamini muktamirin dengan jawaban bersedia memaafkan.

Baca Juga : Rektor UMM Merespons Desas-desus Pergantian WR III dan Kursi Baru WR IV

Gus Mus mengaku, dirinya ingin turun dari panggung, untuk mencium kaki para muktamirin semua. "Saya ingin turun mau mencium kaki kalian semua," ujar Gus Mus, yang membuat muktamirin terdiam serta semua muktamirin menangis histeris.

Selanjutnya, Gus Mus mengecam pihak-pihak yang membuat kerusuhan di Muktamar ke-33 NU. Pihaknya berharap, NU yang memiliki massa besar jangan sampai bubar. "NU didirikan di tanah ini. Apakah mau diruntuhkan disini juga. Naudzubillah summa naudzubilah," tegas Gus Mus.

Mendengar penyampaian pidato Gus Mus, tak sedikit muktamirin menangis sembari mengucapkan "Ya Allah, ampuni kami, lindungi kami dari segala godaan yang akan mengakibatkan NU hancur. Lindungan dan berikan kami hidayah-Mu, lindungan para ulama NU yang menjadi panutan warga nahdliyin," doa salah satu muktamirin, ditengah-tengah Gus Mus menyampaikan keprihatinannya atas kejadian pada Muktamar NU yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Jombang itu. (*)

Topik
Muktamar Ke 33 NURais Syuriah PBNU

Berita Lainnya

Berita

Terbaru