Pembacaan deklarasi bebas ODF di wilayah Kecamatan Wonosari. Bebasnya perilaku buang air besar sembarang di Wonosari mendapat pujian dari Bupati Malang Rendra Kresna. (Nana)
Pembacaan deklarasi bebas ODF di wilayah Kecamatan Wonosari. Bebasnya perilaku buang air besar sembarang di Wonosari mendapat pujian dari Bupati Malang Rendra Kresna. (Nana)

MALANGTIMES - Pujian terlontar dari Bupati Malang Dr H Rendra Kresna saat membuka acara Silaturahmi dan Dialog Terbuka dalam Bina Desa di Bangelan, Kecamatan Wonosari. 

Pujian yang disampaikan kepada ribuan warga  ini berkaitan dengan bebasnya open defecation free (ODF) atau buang air besar (BAB) sembarangan di seluruh wilayah Kecamatan Wonosari.  "Kecamatan Wonosari satu-satunya wilayah yang mendeklarasikan bebas ODF atau buang air besar sembarangan. Ini tentunya patut diapresiasi oleh kita," kata bupati yang dijuluki Bapak Desa ini, Rabu (14/03) malam. 

Rendra mengaku tidak mengetahui kondisi setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan tersebut, apakah faktor kepala  desanya,  camatnya atau warga masyarakat Wonosari yang hebat. Hal itu lalu ditanyakan Rendra yang kemudian dijawab secara serentak, "Semuanya hebat Pak Bupati."

Pertanyaan ketua DPW Partai NasDem Jatim tersebut dipicu dengan masih adanya wilayah kecamatan lain yang desanya masih belum bebas ODF. "Bebas ODF ini pun merupakan salah satu program Presiden Jokowi. Dengan bebas ODF, maka selain warga akan terjaga kesehatannya,  lingkungannya juga terjaga," ujar Rendra. 

Kesehatan juga merupakan prioritas kerja pemerintahan sampai saat ini. Idiom sehat itu mahal  bukan sekadar kata-kata belaka. Sebanyak Rp 1,3 triliun anggaran yang harus dibayarakan di tahun 2017 akibat kesehatan masyarakat terganggu. 

Angka fantastik tersebut merupakan anggaran yang diklaimkan kepada BPJS Kesehatan. Padahal,  uang yang dibayarkan masyarakat ke BPJS Kesehatan di tahun yang sama hanya sekitar 300 miliar rupiah. "Jadi sekitar 1 triliun rupiah yang ditanggung negara. Jadi, kalau dikonversikan uang,  sehat itu sangat mahal sekali, " terang Rendra. 

Menuju masyarakat desa yang sehat,  salah satunya dengan bebas ODF tersebut. Selain tentunya permukiman yang tidak kumuh serta pola hidup sehat yaitu berolahraga. 

"Untuk itu semua kita terus mendorong agar masyarakat nantinya bisa memiliki BPJS kesehatan,  baik secara mandiri maupun yang masuk pemerintahan, " pungkas Rendra. (*)