Beberapa penumpang yang tidak mendapatkan armada angkutan umum terpaksa harus diangkut oleh Kepolisian (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Beberapa penumpang yang tidak mendapatkan armada angkutan umum terpaksa harus diangkut oleh Kepolisian (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Aksi mogoknya angkutan umum se-Malang Raya membuat sejumlah penumpang yang terbiasa menggunakan jasanya harus terlantar karena tidak ada armada yang mengangkut. 

Rabu (14/3/2018) pagi menjelang siang beberapa penumpang yang menunggu angkutan umum harus rela berpanas-panas hingga beberapa jam karena aksi mogok yang dilakukan angkot se-Malang Raya. 

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Salah satu contohnya adalah Nurdi Harianto, seorang siswa SMP Negeri 4 Singosari yang akan berangkat ke sekolah, namun ia harus menunggu dua jam karena tidak ada armada angkutan umum. 

"Saya kaget dari tadi kok ramai dan tidak ada angkutan yang lewat, tadi nunggu dua jam sama teman-teman," katanya. 

Selain anak sekolah, terlihat ada beberapa ibu-ibu yang akan menuju ke daerah Lawang hingga Pasuruan yang bernasib sama, harus menunggu sampai truk dari kepolisian mengangkutnya. 

Kabarnya, ada relawan dari para sopir yang ditugaskan khusus untuk mengangkut para penumpang, namun banyak penumpang yang menunggu, akhirnya pihak kepolisian menerjunkan armadanya untuk mengangkut penumpang. 

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Terlihat dua hingga tiga truk polisi secara bergantian mengangkut para penumpang untuk menuju ke arah Malang Utara atau daerah sekitar Singosari, Lawang dan seterusnya.