Dua Hari Polresta Malang Lacak Jejaring Pengedar Sabu, Hasilnya?

MALANGTIMES - Dalam dua hari, anggota Satreskoba Polres Malang Kota berhasil membekuk tiga tersangka kasus narkoba baik pengedar maupun pemakai.

Pertama petugas berhasil meringkus FNT (30) warga Muharto, gang 5b Kedungkandang, Kota Malang  yang kedapatan petugas memiliki sabu-sabu seberat 4.8 gram.

Tersangka diringkus pada 5 Maret 2018 setelah petugas lama mengawasi gerak-gerik pelaku sebagai pengedar. Saat diringkus di rumahnya sekitar pukul 23.30 wib, pelaku begitu kaget namun tidak sempat melarikan diri. Saat digeledah, petugas berhasil menemukan tiga klip sabu yang disembunyikan di sakunya.

Setelah itu, petugas kembali melakukan penggeledahan di rumahnya dan berhasil menemukan kembali barang haram tersebut sebanyak satu klip sabu-sabu.

"Empat klip sabu-sabu itu beratnya ya 4,8 jam itu. Ngakunya tersangka memang dijual dan sebagian dipakai sendiri," ungkap Kaur Bin Ops (KBO) Satreskoba Polres Malang Kota, Sabtu (10/3/2018).

Dari pengakuan tersangka, ia mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang sekarang masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial AS.

Sementara itu, untuk tersangka yang diringkus pada tanggal 6 Maret 2018, berinisial MH (45) dan seorang rekannya NR (46). Dari tangan kedua pelaku, petugas berhasil mengamankan  barang bukti dua klip sabu seberat 0,61 gram dan juga 0,22 gram

Tertangkapnya dua pelaku berawal, ketika tersangka MH yang lebih dulu diciduk oleh petugas di rumahnya tanpa perlawanan. Setelah dikembangkan, petugas kembali menangkap seorang rekannya yakni NR. Dari pengakuan pelaku ia hanya dititipi barang haram tersebut.

"NR ini hanya dititipi 0,61 gram menurut pengakuannya. Tapi kami kurang yakin kalau hanya dititipi. Saat ngambil barang juga bersama-sama, dan pastinya dia juga akan diajak memakai sekaligus mengedarkan barang tersebut," ungkap Bambang.

MH sendiri mengaku, mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial MAS yang saat ini juga menjadi DPO petugas.

"Saat ini kami terus memetakan rantai pasok barang haram tersebut, agar bisa segera diputus dan ditangkap," tandasnya.

Top