Siswa SMK PGRI 3 Malang tengah membatik di lobi hotel Swiss-belinn untuk menarik minat wisatawan terhadap budaya Malangan. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Siswa SMK PGRI 3 Malang tengah membatik di lobi hotel Swiss-belinn untuk menarik minat wisatawan terhadap budaya Malangan. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kristi Novita dan Ali Rezza, siswa kelas X SMK PGRI 3 Malang tengah asyik mewarnai topeng berkarakter Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji. Dua karakter yang lekat dengan topeng Malangan. Mereka berdua tengah mengikuti kegiatan Demonstrasi Kerajinan Tangan Batik dan Topeng Malang di lobby Hotel Swiss-belinn Malang. 

Tak hanya mewarnai topeng, ada pula beberapa siswa yang tengah membatik dengan ragam hias Malangan. Dengan piawai, mereka melukiskan canting berisi lilin panas ke atas kain berpola. Juga ada beberapa siswa SMK Prajna Paramitha yang tengah unjuk kebolehan mengolah panganan ringan berjenis pastry. 

Pembimbing pelatihan bidang wirausaha batik dan suvenir topeng SMK PGRI 3 Malang, Hiannanta mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan program terusan dari Dinas Pendidikan Jawa Timur. "Kegiatan ini rangkaian Program SMK Potensial untuk anak-anak latihan berwirausaha. Salah satu yang diberikan adalah latihan marketing," ujar Hiannanta. 

Untuk bisa mengetahui market atau pasar, pihak sekolah mengarahkan siswa menganalisa peluang pasar. Misalnya menyasar ke hotel dan instansi pemerintah maupun tempat pariwisata untuk menjual produknya. "Kebetulan ada peluang dipamerkan di sini. Hotel menyambut baik. Siswa mendapat tempat praktek sekaligus hotel bisa menambah daya tariknya," papar guru mata pelajaran seni budaya itu. 

Sementara itu, Assisten Sales Manager Swiss-Belinn Malang, Erwinda Moonica mengatakan bahwa saat ini industri perhotelan dituntut untuk semakin kreatif demi menarik minat kunjungan tamu. Tidak hanya terkait promo, namun kegiatan yang bisa menarik pengunjung pun diharapkan bisa dilakukan secara rutin. 

Hal itu tidak lain bertujuan untuk meningkatkan revenue (pendapatan) hotel. "Dalam event kali ini kami menggandeng sektor pendidikan. Ada dua SMK yang kami ajak bekerja sama melakukan demo membatik, membuat suvenir topeng dan juga patissiere (membuat kue pastry)," ujar Winda, sappaan akrabnya. 

Dia menerangkan, pihak hotel ingin menambah point of interesting dengan digelarnya acara ini. "Kan biasanya tamu hanya datang nginep terus keluar hotel. Nah, kami ingin memberikan kegiatan berbeda. Yakni dengan membatik dan lukis topeng," ujarnya ketika ditemui, hari ini (10/3/2018).

Selain itu, kegiatan tersebut sekaligus mengangkat budaya yang ada di Malang. "Kami ingin angkat budaya khas Malang seperti batik dan topeng. Tamu juga bisa tanya-tanya dan praktek langsung " terangnya. Bahkan, hasil praktek tersebut juga bisa dijadikan souvenir untuk dibawa pulang.

Dia mengatakan, kegiatan ini diharapkan bisa menarik perhatian para tamu, khususnya tamu dari luar kota. "Biar menambah wawasan tamu yang datang," imbuhnya.
Winda mengungkapkan, kegiatan ini akan dilakukan secara rutin, yakni setiap hari Sabtu sekitar pukul 14.00-18.00 berlokasi di area lobi hotel. Dia menyampaikan, dengan event ini diharapkan bisa menambah okupansi hotel. Jika pada hari biasa berada di angka 75 persen, diharapkan pada akhir pekan bisa mencapai 98 persen.