Banner penolakan pergantian rektor yang dipasang di depan pintu ruang yayasan PPLP PT PGRI (Doc MalangTIMES)
Banner penolakan pergantian rektor yang dipasang di depan pintu ruang yayasan PPLP PT PGRI (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jika sebelumnya, pihak Pieter Sahertian mengklaim terkait pemberhentian dirinya sebagai Rektor Unikama (Universitas Kanjuruhan Malang) belum memberitahukan ke Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII, pihak Cristea Frisdiantara, Ketua PPLP-PT PGRI pemegang SK Kemenkumham membantah hal tersebut.

Christea melalui Wakil Ketua Bidang Pemeliharaan dan Aset PPLP-PT PGRI Unikama, Slamet Riyadi mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menyampaikan surat tersebut bersamaan dengan
surat keputusan pemberhentian rektor lama dan pengangkatan Pjs Rektor Unikama ke Kopertis.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Pihaknya mengakui punya bukti penerimaan surat dari pihak Kopertis saat menyerahkan surat pemberitahuan tersebut.

"Kami punya buktinya. Buktinya surat penerimaan itu Nomor 01249 – 19/02/2018 II  – 19/02/2018,” kata dia sembari menunjukkan surat bukti terima dari Kopertis.

Ia melanjutkan, bahwa surat pemberitahuan pemberhentian rektor dan juga berisi pengangkatan dosen Diperkerjakan (Dpk) Prof Tauchid Noor sebagai rektor baru Unikama itu dikeluarkan pada 12 Februari 2018. Pada saat itu juga surat pemberitahuan langsung dikirimkan ke Kopertis.

"Bahkan yang menyerahkan langsung Ketua PPLP PT PGRI, Christea Frisdiantara. Hanya saja, kala itu kata dia memang tak terpikirkan untuk meminta surat bukti terima," jelasnya.

Namun tak berselang lama, pada tanggal 19 Februari 2018, pihak Kopertis memberikan surat tanda terima terkait surat pergantian dan pengangkatan Rektor Pjs Unikama.

Sementara itu, ia sendiri juga menampik pernyataan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang juga sempat menanyakan ke Kopertis, dimana pihak Kopertis juga mengaku masih belum ada laporan pergantian dan pemberitahuan terkait pergantian rektor tersebut.

"Nah itu sekali lagi tidak benar jika kami tidak memberitahukan ke Kopertis terkait pergantian rektor. Semua ada buktinya yakni bukti tanda terima," bebernya.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Seperti diberitakan MalangTIMES sebelumnya (27/2/2018), Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian sempat mengatakan bahwa Rektor Pjs yang diangkat kubu Christea, Prof Tauhid Nur, merupakan dosen Dpk yang belum memiliki izin dari Kopertis.

Menurut Pieter, memang rektor yang berstatus dpk harus wajib memiliki izin dari Kopertis. "Kopertis sendiri juga menyampaikan saat ini belum ada izin. Izin itu merupakan hukum wajib untuk dosen dpk untuk menjadi rektor," bebernya.

Selain itu, dalam masa konflik yayasan seperti saat ini, dosen dpk tidak boleh berpihak pada salah satu pihak. Jika dia tetap menerima pelantikan sebagai rektor, itu nantinya malah akan menjadi masalah.

"Sampai saat ini, rektor yang tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT)  tetap saya sehingga saya tetap berhak menandatangani berkas akademis," ungkap Pieter.