Berbagai produk kuliner karya arek Malang yang dipamerkan dalam sosialisasi Food Startup Indonesia oleh Badan Ekonomi Kreatif. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Berbagai produk kuliner karya arek Malang yang dipamerkan dalam sosialisasi Food Startup Indonesia oleh Badan Ekonomi Kreatif. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Potensi kuliner Malang menjadi bidikan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terutama kuliner rintisan (startup) yang digagas anak-anak muda. Terlebih, tahun ini Bekraf kembali menjaring 100 usaha rintisan yang bakal digabungkan ke  dalam Food Startup Indonesia (FSI) untuk kemudian go global. 

Baca Juga : Pertama Kalinya di Malang Ada Studio Apartemen Luas Harga Termurah Hanya di Kalindra

Untuk diketahui, FSI sendiri merupakan platform online untuk pelaku ekonomi kreatif kuliner yang mempunyai nilai inovasi dalam produknya dan membutuhkan akses permodalan untuk peningkatan kapasitas. Hari ini (9/3/2018) sekitar 100 startup kuliner asal Malang Raya dihadirkan di Hotel Aria untuk mengikuti tahapan penjaringan FSI. 

Direktur Akses Non Permodalan Bekraf, Syaifullah mengungkapkan bahwa Malang meniadi kota tujuan sosialisasi FSI 2018 yang keenam. "Bekraf mengundang partisipasi 100 startup kuliner Indonesia yang berkeinginan go global pada demoday (penjaringan) FSI. Kami fasilitasi mereka untuk scale up dengan mentoring bersama ahli kuliner Indonesia, baik chef, pelaku usaha, maupun investor," ungkapnya. 

Startup kuliner Indonesia yang berkeinginan terpilih pada penjaringan FSI 2018, lanjutnya, bisa mendaftarkan diri melalui platform FSl dan menyertakan pitch desk yang berisi penjelasan model bisnis dari data riil perkembangan bisnis mereka. 

Menurut Syaifullah,  salah satu permasalahan startup dalam mengembangkan bisnis adalah modal. FSI menghubungkan startup kuliner dengan investor untuk meningkatkan peluang mendapatkan investasi. "Bekrat membekali kemampuan pitching (presentasi) 100 startup terpilih melalui mentoring. Mentor jaringan Bekraf membimbing dan mengarahkan agar produk startup kuliner bisa menarik minat investor dalam berinvestasi," jelasnya.

Selain mentoring, 100 startup kuliner terpilih juga berkesempatan mengikuti pameran produk mereka pada expo-expo yang digelar Bekraf. "Produk startup kuliner yang akan dipilih tentunya yang kreatif, inovatif, serta berdampak positif pada masyarakat. Selain itu juga penting adanya keinginan untuk masuk pasar global," tegasnya. 

Baca Juga : Tips Aman Ambil Uang di Mesin ATM Saat Pandemi Covid-19

Bekraf bekerja sama dengan swasta yaitu Salim Group untuk dukungan pemasaran. Juga melibatkan filantrofi dan investor untuk memberikan akses pembiayaan kepada startup kuliner. Serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk kemudahan sertifikat persyaratan produk masuk pasar modern.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Kasubdit Dana Masyarakat, Hanifah Makarim yang menjelaskan mekanisme penjaringan FSI 2018. Juga perwakilan Foodlab Indonesia, Bonnie Susilo yang menginformasikan perihal investasi.  Serta Direktur PBMT Ventura, Harjono Sukarno yang emmberikan mini class mentor bertema Investors Perspective.

"Pendaftaran penjaringan FSI 2018 berakhir 26 Juni ini. Kami harap nanti banyak karya-karya arek Malang yang bisa menjadi startup global," pungkasnya.