Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso saat memberi paparan di ruang sidang Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso saat memberi paparan di ruang sidang Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang terus memastikan agar seluruh proses perencanaan program Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berjalan tepat waktu dan berkualitas. Sebab jika terlambat, bisa-bisa ada sanksi dari pemerintah pusat seperti penundaan hak-hak pimpinan eksekutif dan legislatif. 

Untuk itu, Barenlitbang terus ngebut melakukan percepatan kegiatan. Seperti hari ini (9/3/2018) lembaga eks badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) itu mengumpulkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang. Di ruang sidang Balaikota Malang, berlangsung kegiatan sosialisasi sekaligus Penyerahan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2019.

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian penyusunan program kerja pemerintah pada tahun anggaran 2019 mendatang. "Untuk tahun depan kan disusun sekarang. Tahap ini, pemkot melalui Barenlitbang sedang memproses renja dari seluruh OPD yang akan diformulasi menjadi rencana kerja pembangunan daerah (RKPD)," ujarnya saat ditemui MalangTIMES usai kegiatan. 

Erik menguraikan bahwa pihaknya telah menyusun time schedule agar proses penyusunan tersebut tepat waktu. "Karena RKPD 2019 harus sudah tuntas dan bisa dibuatkan peraturan walikota (perwal) awal April," urai mantan kepala dinas pertamanan dan kawasan permukiman (disperkim) itu.

Saat ini, lanjut Erik, pihaknya tengah memproses verifikasi renja dari seluruh OPD. Agar, saat disusun dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (R-APBD) program dinas-dinas tersebut memiliki kesesuaian dengan arah pembangunan Kota Malang. "Karena ada upaya pencapaian target, sasaran, tingkat kinerja. Juga perencanaan berkualitas tepat sasaran bisa dilakukan," sebutnya. 

Perencanaan yang berkualitas tersebut menurut Erik penting karena Pemkot Malang ingin mengejar target capaian indikator, pelaksanaan program unggulan, hingga indikator makro daerah melalui renja yang disusun.

Yang juga penting, lanjut Erik, adalah soal ketepatan waktu. Karena dari R-APBD hingga APBD harus bisa bergulir secepat-cepatnya untuk menstimulasi perekonomian daerah. "Selain itu, kalau APBD terlambat disusun, pemerintah baik eksekutif maupun legislatif akan mendapatkan sanksi dari pemerintah pusat," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load