Ilustrasi
Ilustrasi

MALANGTIMES - Meskipun masa kampanye Pilkada Kota Malang telah berjalan 21 hari namun sampai saat ini pasangan calon (paslon) belum mendapat distribusi Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK) dari KPU Kota Malang.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Kota Malang Aminah Asmaningtyas menyatakan meskipun masa kampanye sudah berjalan tiga minggu namun  pengadaan APK dan BK bagi para paslon tidak terlambat.

"Kampanye kan mulainya tanggal 15 Februari 2018 sampai dengan 23 Juni 2018. Dalam pengerjaannya, APK sudah selesai. Hanya BK yang masih menunggu 12 hari, kira-kira akhir Maret," bebernya (8/3/2018).

Memang dalam proses pengerjaan, APK dari salah satu paslon yakni SAE masih ada beberapa pembenahan. Saat ini, prosesnya berjalan dan sudah di percetakan. 

"Pengadaan BK ini dianggarkan sebesar Rp 557,3 juta. Proses pelelangan sudah selesai, tinggal kontrak kerja saja dengan rekanan," tandasnya.

Sementara, untuk APK, karena anggarannya di bawah Rp 200 juta maka pengerjaannya tidak perlu lelang alias penunjukan langsung (PL).

"Karena nilainya sedikit yakni di bawah Rp 200 juta maka tidak ada lelang alias PL," katanya.

Sementara itu, masing-masing paslon bakal mendapatkan 114.216 bahan kampanye mulai dari pamflet, leaflet dan flyer. Mereka juga mendapat poster sebanyak 57.108.

"BK dan APK yang ada diharapkan bisa dimanfaatkan paslon dan tidak melanggar aturan yang ditetapkan," pungkasnya.