MALANGTIMES - Ada yang khas dalam agenda blusukan Wali Kota Malang (non-aktif) Moch Anton, baik selama menjabat maupun dalam masa kampanye ini. Yakni dia mendata warga-warga yang kurang mampu agar segera mendapat bantuan. Salah satunya bantuan bedah rumah. 

Setiap datang ke satu wilayah, Anton segera mengidentifikasi dan melihat rumah tidak layak huni milik warga. Rumah yang terdata pun langsung masuk dalam program bedah rumah. Istimewanya, pembenahan rumah tak layak huni (rutilahu) itu tidak menggunakan dana pemerintah dari APBD. Melainkan, memanfaatkan dana pihak ketiga dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. 

"Sudah ratusan rumah kita bedah, karena setiap dua minggu sekali ada 4-6 rumah warga kita bedah rumah dengan dana CSR," beber pria yang akrab disapa Abah Anton saat blusukan, hari ini (7/3/2018).

Bersama pasangannya, yakni Calon Wakil Wali Kota Malang Syamsul Mahmud dia mengujungi beberapa rumah warga tidak mampu di kawasan Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing yang pernah dibedah saat Anton menjabat. 

Banyak masyarakat yang menilai positif program bedah rumah  yang dilakukan Pemerintah Kota Malang di bawah kepemimpinannya. Alasannya, karena masyarakat Kota Malang masih sangat membutuhkan bantuan perbaikan rumah.

"Banyak rumah warga yang dinilai belum layak huni. Jika hanya menggunakan dana APBD, maka masalah-masalah yang ada di masyarakat tidak dapat terselesaikan. Sebab, dana yang tersedia dikatakan sangat terbatas," urainya.

"Oleh karena itu, saya berharap agar perusahaan-perusahaan dapat memberikan dana CSR  untuk membantu masyarakat Kota Malang. Khususnya melalui program bedah rumah," ujar Anton. Kisah sukses Abah Anton dengan program bedah rumah menggunakan alokasi dana CSR (Corporate Social Responsibility) juga mendapatkan atensi dan respon positif dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lain. 

Misalnya saat kepala daerah se-Indonesia hadir dalam Seminar Nasional bertajuk Memperkuat Otonomi Daerah: Membangun Indonesia dari Daerah yang diselenggaran Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Aula Gedung LAN, Jakarta, pada medio April 2016 lalu. "Banyak kepala daerah yang lantas mengadopsi konsep ini di wilayahnya. Kota Malang menjadi inspirasi mereka," sebutnya.

Tercatat, sejak kepemimpinan Abah Anton pada September 2013 hingga awal tahun 2018, sudah ratusan unit rumah tidak layak huni dibedah dengan anggaran dari CSR yang disediakan sejumlah pengusaha di Kota Malang. Program menjadi konsen yang akan terus dilakukan guna mencapai target Kota Malang Bebas Kumuh tahun 2019. 

Pasangan calon (paslon) ASIK juga melakukan blusukan ke beberapa wilayah di Kecamatan Blimbing. Di antaranya ke Pasar Irama di Jalan Karya Timur, meresmikan Posko Rumah ASIK di Kampung Pandean, serta mengunjungi ke kediaman, KH Ubaidilla Fadil di bilangan Jalan Ciujing, Blimbing. 

Pada kesempatan itu, KH Ubaidilla Fadil berharap Abah Anton dan Syamsul Mahmud bisa kembali terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang periode 2018 - 2023. "Saya berpesan agar keduanya bisa pemimpin yang amanah, dan menjadikan Kota Malang, menjadi Baldatun Toyibatun Warobun Ghofur," tuturnya.