MALANGTIMES - Disambut dengan kesenian tradisional Rampak Barong dan reog, agenda blusukan pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Moch. Anton-Syamsul Mahmud (ASIK) di Kampung Keramik Dinoyo berlangsung meriah. Bahkan calon wali kota Malang Moch. Anton mengaku selalu terkesan saat berkunjung ke sana. 

"Saya hari ini senang sekali bisa berkunjung ke sini. Karena Kampung Keramik ini terus mengalami perubahan sejak adanya kegiatan sambung rasa atau blusukan dulu," ungkap Anton di hadapan warga setempat dalam agenda kampanye hari ini (6/3/2018) di wilayah Kecamatan Lowokwaru. 

Berdasarkan catatan MalangTIMES, Anton memang telah beberapa kali melakukan kunjungan di wilayah RW 03 Kelurahan Dinoyo itu. Di antaranya pada 24 Februari 2016 saat Anton mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau pabrik keramik yang merupakan aset Pemprov Jatim itu. Hasil dari kunjungan itu, pemprov mengizinkan warga setempat mengelola bangunan pabrik yang sudah tidak aktif sebagai jujukan wisata. 

Berselang satu tahun, pada 15 Januari 2017 Anton kembali datang dalam agenda sambung rasa alias blusukan. Kali itu, wali kota non-aktif tersebut juga sekaligus meluncurkan Kartu Identitas Anak (KIA) perdana di Kota Malang. Sebab, Kota Malang ditunjuk pemerintah pusat sebagai salah satu pilot project pelaksanaan program KIA itu. 

"Saya masih ingat blusukan sambung rasa di tempat ini. Saat itu banyak masukan yang diberikan masyarakat dan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Hasilnya ya seperti saat ini Kampung Keramik makin dikenal," paparnya. Dia mengungkapkan bahwa jika kembali terpilih akan lebih memperhatikan pengembangan kampung tematik dengan ciri khas produk kerajinan keramik itu.

Tak hanya berdialog dengan masyarakat. Paslon ASIK juga dengan asyik belajar menghias keramik pada perajin setempat. "Tentu pada hari ini berkunjung kami melihat secara langsung pengembangan usaha kecil menengah (UKM) di sini. Industri kreatif ini tentu akan menjadi salah satu andalan dan penguatan ekonomi kerakyatan," paparnya.

Selain itu, Anton mengungkapkan bahwa adanya kesenian tradisional yang dikembangkan masyarakat setempat juga akan diberi perhatian lebih. "Kegiatan seni budaya tradisional ini menguatkan local wisdom (kearifan lokal). Harus dipertahankan meski arus globalisasi terus berkembang, tradisi tidak boleh ditinggalkan. Hari ini kami tekankan bahwa budaya tradisional akan dijadikan ikon wisata juga," tegasnya.

Sementara itu, calon wakil wali kota Malang Syamsul Mahmud mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak asing dengan kawasan Kampung Keramik Dinoyo karena dirinya juga tinggal di Kecamatan Lowokwaru. Tepatnya di Jalan Kalpataru, Jatimulyo. "Di sini yang perlu menjadi perhatian ke depan pemerintah adalah penambahan inovasi-inovasi agar semakin dikenal. Dan gerakan masyarakat itu akan didukung penuh oleh pemkot," paparnya. 

Terpisah, Ketua RW 03 Kelurahan Dinoyo Sudikjar mengungkapkan sebagai perwakilan masyarakat pihaknya berharap pengembangan kampung wisata tersebut lebih terarah. "Kampung wisatanya berkembang, tidak hanya banyak kunjungannya tapi UKM-UKM juga tumbuh. Kalau wisatawan sudah mulai banyak, misalnya hari ini saja ada tiga bus yang datang dari luar kota," ujarnya. 

"Terus terang kawasan ini belum tertata rapi. Kami harap ada fasilitas dari pemerintah, misalnya tenda atau stan jualan suvenir keramik. Yang juga mendesak adalah penerangan, agar keamanan dan ketertiban semakin terjaga," pungkasnya. (*)