MALANGTIMES - Peredaran rokok tanpa pita cukai alias ilegal masih marak di Malang Raya.  Salah satunya rokok dengan merek dagang Unggul Exclusive. Dugaan tersebut muncul dengan temuan Bea Cukai Malang atas 289.120 batang rokok merek itu yang siap edar. 

Dalam rilis resminya, Bea Cukai Malang mengungkapkan upaya penindakan dan pencegahan peredaran rokok ilegal pada Jumat (2/3/2018) lalu. Petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dalam operasi yang berlangsung di Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Bea Cukai Malang Arief Hartono mengungkapkan, penindakan tersebut bermula dari informasi masyarakat. "Petugas Bea Cukai Malang melakukan pemantauan terhadap target operasi sehari sebelum melakukan penindakan," terangnya.

Setelah terkonfirmasi kebenarannya, petugas Bea Cukai Malang mulai melaksanakan penindakan. "Sesampainya di tempat, petugas menemukan barang bukti berupa rokok ilegal yang telah dikemas. Diduga pemilik barang tersebut telah melarikan diri, meninggalkan barang bukti berupa rokok sigaret kretek mesin (SKM) merek Unggul Exclusive," papar Arief.

Ada dua kemasan yang ditemukan petugas. Yakni Unggul Exclusive warna merah isi 16 batang sebanyak 17.970 bungkus serta SKM merek yang sama dengan kemasan warna hitam isi 20 batang sebanyak 80 bungkus. "Bila dikonversikan ke dalam batang, jumlah barang bukti sebanyak 289.120 batang dengan potensi kerugian negara sekitar Rp 106 juta," urainya.

"Masih banyak rokok ilegal yang beredar di Malang Raya. Oleh karena itu, kami selalu meningkatkan intensitas penindakan guna menekan jumlah peredaran rokok ilegal di Malang Raya," pungkas Arief. Dia juga meminta agar semua pihak terus proaktif membantu peengawasan peredaran rokok ilegal di masyarakat. (*)