MALANGTIMES - Mengendarai becak alias mbecak, Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang Moch Anton - Syamsul Mahmud (ASIK) hari ini (5/3/2018) mendatangi Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen. Mengunjungi rumah-rumah warga setempat yang tengah sakit, paslon nomor urut 2 itu mengungkapkan komitmen pemerintah di bidang kesehatan. Salah satunya, jaminan pengobatan gratis bagi warga miskin atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Setidaknya ada empat rumah warga di kawasan RW 06 Kelurahan Rampal Celaket yang disambangi Paslon ASIK. Yakni rumah Saini yang mengalami kelumpuhan dan tidak bisa berjalan. Rumah Ngatmiran yang merupakan korban kecelakaan. Juga Stefanus yang mengalami gangguan ginjal. Serta Tarmi yang menderita katarak. Rata-rata mereka adalah warga lanjut usia (lansia) dan dari ekonomi menengah ke bawah. 

Di setiap rumah, Anton dan Syamsul berdialog tentang upaya kesehatan yang sudah dilakukan. "Saya sudah dapat bantuan kartu berobat gratis Abah," ujar Tarmi pada Wali Kota Malang non-aktif yang akrab disapa Abah Anton. 

Tarmi tercatat sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Setiap bulannya, Tarmi tak perlu susah mencari uang membayar premi asuransi tersebut karena telah ditanggung oleh pemkot. "Saya juga rutin dapat bantuan beras, Alhamdulillah," tambahnya. 

Usai berdialog, Anton dan Syamsul serta warga sekitar yang mengikuti giat blusukan itu pun berdoa bersama untuk kesembuhan si sakit. Anton mengungkapkan, salah satu visinya jika terpilih kembali sebagai pimpinan eksekutif Pemkot Malang yakni melanjutkan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. "Program-program kesehatan dan pendidikan itu kebutuhan dasar masyarakat. Itu yang menjadi prioritas. Saya dan Abah Syamsul berkomitmen melanjutkan dan meningkatkan yang sudah ada saat ini," terangnya. 

Setiap tahun, lanjut Anton, nilai anggaran untuk mengakomodasi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat terus ditingkatkan. Berdasarkan data MalangTIMES, mekanisme pembiayaan pengobatan bagi warga miskin atau MBR ada dua cara. Yakni didaftar melalui program PBI JKN-KIS BPJS Kesehatan maupun dengan mengajukan Surat Pernyataan Miskin (SPM) bagi yang belum terdaftar program pertama. "Masyarakat tinggal mengajukan ke dinas kesehatan dan dinas sosial untuk mengakses program itu disertai keterangan RT/RW dan kelurahan setempat," papar pria berlatar belakang pengusaha itu. 

Untuk diketahui, anggaran yang dikucurkan Pemkot Malang untuk PBI pada 2018 ini mencapai 10,08 miliar. Sementara untuk SPM dijatah sebesar Rp 9,92 miliar. Angka dengan total Rp 20 miliar itu untuk mengcover sekitar 30 ribu warga yang membutuhkan. "Setiap tahun kami upayakan anggarannya bertambah. Selain itu, jika dirasa kurang pun dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) di pertengahan tahun bisa ditambah lagi. Intinya terjamin bagi masyarakat tidak khawatir berobat," tegasnya. 

Perhatian khusus juga diberikan pada warga Kota Malang yang tengah hamil maupun dalam masa persalinan. "Tahun ini misalnya ada program Jampersal (jaminan persalinan). Inibagian dari upaya kami membantu agar anak lahir dengan sehat. Bukan hanya saat proses kelahiran tapi mulai dari saat bayi dalam kandungan sudah dipantau dinas kesehatan," urainya.

Untuk diketahui, anggaran Jampersal Pemkot Malang tahun ini mengalami peningkatan. Jika pada 2017 lalu dijatah Rp 1,7 miliar, maka pada 2018 ini naik menjadi Rp 2 miliar.

Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Malang Syamsul Mahmud menambahkan bahwa dalam agenda blusukan tersebut dirinya banyak mendapat masukan dari masyarakat. "Mereka berharap bantuan kesehatan dari pemerintah tidak berhenti. Masyarakat ingin kemudahan ini diteruskan di periode kedua kepemimpinan Abah Anton nanti jika terpilih," paparnya. 

Soal mengendarai becak saat berkeliling, Syamsul tampak sudah terbiasa menggenjot kendaraan roda tiga itu. "Ini sebagai pengingat kami bagimana sulitnya masyarakat seperti tukang becak mengayuh rezeki. Mereka juga bagian yang harus terus diperhatikan," pungkasnya.