Kepala DPKPCK kabupaten Malang Wahyu Hidayat (kanan) ketika menjadi juri Joko Roro 2018. Salah satu pasangan Joko Roro bakal dinobatkan sebagai Duta Sanitasi 2018. (foto : Wahyu Hidayat for MalangTIMES)
Kepala DPKPCK kabupaten Malang Wahyu Hidayat (kanan) ketika menjadi juri Joko Roro 2018. Salah satu pasangan Joko Roro bakal dinobatkan sebagai Duta Sanitasi 2018. (foto : Wahyu Hidayat for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten Malang sudah menargetkan program 100-0-100 atau 100 persen air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen fasilitas sanitasi drainase pada 2019. Untuk mencapai target itu, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang terus menggalakkan berbagai program dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi. 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Program tersebut sesuai dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Malang. Di antaranya mengentaskan kemiskinan dan menjadikan masyarakat yang sehat peduli lingkungan.

"Ajang pemilihan Duta Sanitasi ini yang pertama kami gagas dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan sanitasi. Makanya kami terlibat menjadi juri Joko Roro dan satu pasang nanti akan kami pilih menjadi Duta Sanitasi 2018," kata Wahyu kepada MalangTIMES (4/3/2018).

Menurut dia, pemilihan Duta Sanitasi ini juga untuk menyiapkan generaai muda yang akan berperan aktif dalam pembangunan masyarakat peduli sanitasi di Kabupaten Malang secara berkelanjutan. "Tadi kami melihat ada beberapa potensi calon Joko Roro terkait pengetahuan seputar informasi kepedulian terhadap sanitasi. Kami juga menanyakan kepada mereka apa sanitasi itu dam bagaimana sanitasi di Kabupaten Malang ke depan seperti apa," ucap pria ramah tersebut.

Setelah 25 peserta Joko Roro terpilih, Wahyu akan mengajak peserta satu hari berada di Kantor DPKPCK untuk menjalani tes tentang sanitasi. "Kami akan sosialisasikan tentang sanitasi.kepada peserta di kantor selama satu hari. Jadi, ada tes dan wawancara. Setelah tes nanti selesai, di situ kami langsung memilih langsung satu pasang Duta Sanitasi, yaitu Joko Sanitasi dan Roro Sanitasi," bebernya.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Ajang Duta Sanitasi ini untuk membantu dan mengenalkan kepada masyarakat bagaimana pentingnya sanitasi dalam menurunkan kemiskinan di Kabupaten Malang. "Saya melihat banyak warga yang sudah memiliki rumah bagus dan toilet sendiri, tapi masih banyak mereka yang membuang air besar di sungai. Nah kami harus mengubah masyarakatnya dulu dengan menyosialisasikan pentingnya sanitasi. Sebab, rumah sehat itu meliputi lingkungan dan  tempat MCK-nya juga bersih," ungkap dia.

Duta Sanitasi juga penting sebagai penunjang dan ujung tombak ketika Kabupaten Malang menjadi tuan rumah kegiatan asosiasi bupati dan wali kota se-Indonesia terkait sanitasi mendatang. "Jadi, nanti ketika jadi tuan rumah acara tersebut, kami sudah punya Duta Sanitasi. Kalau Duta Sanitasi Nasional itu Ikke Nurjannah," pungkasnya. (*)