Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri saat ditemui awak media di lobi Polres Malang Kota. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri saat ditemui awak media di lobi Polres Malang Kota. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Teka-teki terkait kematian mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombespol (Purn) Agus Samad mulai terungkap. Tim forensik Polda Jawa Timur menemukan penyebab kematian pria 75 tahun di kediamannya di Perum Bukit Dieng Blok MB9, Pisangcandi, Kota Malang. 

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombespol Frans Barung Mangera menyampaikan, korban meninggal karena patahan tulang rusuk yang menusuk ke jantung. Berdasarkan hasil otopsi, sebanyak enam tulang rusuk sebelah kiri korban patah.

"Kami sudah tahu penyebab kematian yaitu tulang rusuk patah yang menusuk ke jantung," jelasnya. Namun, Barung tidak menjelaskan penyebab patahnya tulang rusuk korban tersebut.

Dia mengungkapkan, korban tewas karena tulang rusuk patah yang menusuk dan menembus jantung, bukan karena sayatan di pergelangan tangan dan temuan baigon di mulut korban. 

Meski demikian, Barung tidak menjelaskan penyebab patahnya rusuk tersebut. Apakah patah karena pukulan atau akibat jatuh sehingga Polda Jatim masih belum memberi kepastian apakah kematian bapak dua anak itu akibat pembunuhan atau bunuh diri. "Hingga saat ini, penyidikan masih terus dilakukan," pungkas Barung. 

Sementara itu, berdasarkan pantauan MalangTIMES di Polres Malang Kota, hari ini (3/3/3018) tidak tampak aktivitas lanjutan terkait pengusutan kasus yang terjadi Sabtu (24/2/2018) pekan lalu. Sebelumnya, kemarin (2/3/2018) polisi melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban. 

Tim Reskrim Polres Malang Kota mengorek informasi penyebab tewasnya pria yang juga mantan Kapolres Blitar tersebut. Pemeriksaan tersebut berlangsung hingga tengah malam.

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada istri korban, Suhartutik dan anak sulungnya yang bernama Timur Dikman Sasmita.

"Istri (korban) sudah dilakukan pemeriksaan satu kali. Anak sulung (pemeriksaan) dua kali," ujar Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri saat ditemui siang ini.

Asfuri mengatakan, saat ini masih belum ada perkembangan yang cukup signifikan terkait kasus ini. Ketika ditanya apakah sudah ada titik terang mengenai penyebab tewasnya Agus, Asfuri juga belum bisa berkata banyak. "Nanti itu ya," kata dia singkat.

Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menambahkan, istri korban diperiksa untuk dimintai keterangan terkait keseharian korban. "Ya masalah keseharian saja, untuk mengetahui keseharian korban seperti apa," pungkasnya.