Suasana Kampung Biru Arema di Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Suasana Kampung Biru Arema di Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberadaan Pasar Bunga dan Burung Splendid bisa dibilang salah satu ikon Kota Malang. Dua pasar tematik yang dibangun sejak tahun 1960-an tersebut rencananya bakal dikembangkan menjadi jujukan wisata yang lebih representatif. 

Wacana tersebut disampaikan pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang Moch. Anton - Syamsul Mahmud (ASIK) dalam agenda blusukan kampanye tertutup di wilayah Kecamatan Klojen, hari ini (28/2/2018).

"Kami mencoba menyerap aspirasi masyarakat. Ada potensi besar di Pasar Splendid, karena kami melihat ini sudah jadi destinasi wisata. Tapi masih perlu dikembangkan lagi," ujar Anton pada MalangTIMES. 

"Ke depan, saya dan Abah Syamsul akan mengupayakan cara menata Pasar Splendid menjadi salah satu destinasi yang representatif bagi wisatawan," tambahnya. Nantinya, diharapkan pengunjung bakal lebih betah dan nyaman berwisata di pasar yang berlokasi di sebelah barat Balai Kota Malang itu. 

Selain posisinya yang strategis, komoditas yang dipasarkan pun tergolong unik. Pengunjung bisa mencari aneka satwa peliharaan maupun bibit-bibit tanaman daari berbagai jenis dari dalam dan luar negeri. "Nanti ditata biar nyaman menikmati pemandangan burung, ikan, kelinci, bunga-bunga, juga interaksi jual beli. Bisa juga berbelanja untuk oleh-oleh," terangnya.

Tak hanya mengunjungi Pasar Splendid, Paslon ASIK juga datang ke Kampung Biru Arema di Kelurahan Kiduldalem.

"Kampung Biru ini juga nggak akan berhenti di sini. Akan dikembangkan inovasi baru yang mendatangkan wisatawan," tegas Anton. Salah satunya dengan mengintegrasikan kampung yang baru diresmikan Februari 2018 lalu itu dengan Kampung Warna-Warni Jodipan serta Kampung Tridi Kesatrian. 

Ketiga kampung tematik tersebut secara lokasi terpisah oleh jembatan dan aliran Sungai Brantas. Namun, warga Kampung Biru Arema mengungkapkan bahwa ada satu terowongan peninggalan pemerintahan Belanda yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kampung Warna-Warni. 

"Terowongan tersebut sudah disurvei dan aman, nantinya bisa difungsikan untuk lalu lintas antar kampung," ujar Ketua RW 5 Kelurahan Kiduldalem Irmawan Yutanto. Selain itu, beberapa wahana alternatif rencananya juga bakal ditambahkan untuk menarik minat pengunjung. Misalnya fasilitas flying fox dan permainan-permainan ketangkasan lainnya. 

Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Malang Syamsul Mahmud menambahkan bahwa dirinya dan Anton berkomitmen untuk benar-benar mengembangkan potensi kampung tematik. "Kampung tematik ini jadi bagian dari program yang akan dilanjutkan jika Abah Anton kembali terpilih. Itu sudah jadi komitmen kami," paparnya. 

Kampung tematik yang ada saat ini, lanjutnya, sudah bisa dijadikan contoh keberhasilan dan dinilai telah memberi perubahan nyata.Baik secara sosial dan ekonomi masyarakatnya. "Jadi kami ingin ada pertumbuhan pengembangan ekonomi kerakyatan melalui kampung-kampung tematik ini," pungkasnya.