MALANGTIMES - Peredaran minuman keras dan rokok ilegal masih marak di Malang Raya. Terbukti, pekan ini Bea Cukai Malang mendapati sebanyak 142 botol minuman keras dan 109.867 batang rokol ilegal siap edar. Potensi kerugian negara atas produk tak berizin itu mencapai Rp 44,5 juta.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Bea Cukai Malang Arief Hartono mengungkapkan, pekan ini pihaknya melakukan penindakan lapangan atas informasi pelanggaran yang disampaikan masyarakat.

"Kami mendapatkan pengaduan dari masyarakat yang menyebutkan bahwa salah satu kios di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, diduga menjual Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal," ujar Arief dalam rilis resminya. 

Tim melakukan cek lokasi pada Minggu (25/2/2018) lalu. Sesampainya di lokasi, salah satu anggota tim menyamar sebagai pembeli untuk mendapatkan kepastian bahwa kios tersebut benar menjual MMEA ilegal. Selain melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kios, Bea Cukai Malang juga melakukan penyitaan barang bukti.

"Ternyata terbukti bisa beli minuman keras ilegal. Langsung ada penindakan dan kami menyita MMEA ilegal sebanyak 142 botol yang dikemas dalam botol minuman ukuran tanggung," paparnya.

Operasi lapangan kembali dilaksanakan pada Senin (26/02/2018) dengan menyasar salah satu rumah penduduk di wilayah Kecamatan Gondanglegi. Ditengarai rumah tersebut menjadi lokasi pembuatan rokok tak bercukai.

"Tim memasuki rumah dan benar saja, di dalam rumah tersebut didapati rokok ilegal yang telah dikemas. Ditaksir jumlah hasil penindakan terhadap rokok ilegal tersebut sebanyak 109.867 batang," urainya.

Produk olahan tembakau tersebut juga langsung disita dan diamankan oleh petugas. 

"Berdasarkan data dari dua penindakan yang telah kami lakukan dalam rentang waktu kurang dari 24 jam ini, kami menaksir potensi kerugian negara mencapai angka Rp 44,5 juta," terang Arief.

Pihaknya mengungkapkan apresiasi kepada masyarakat yang memberi laporan dan mendukung upaya pemerintah memberantas barang ilegal. "Kami akan terus melakukan penindakan agar wilayah Malang Raya bisa bersih dari peredaran barang ilegal," pungkasnya.