Oktaria Ardika Putri gadis cantik asal Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. (foto : Oktaria Ardika Putri for MalangTIMES)
Oktaria Ardika Putri gadis cantik asal Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. (foto : Oktaria Ardika Putri for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Memiliki paras ayu nan menawan didukung kemampuan public speaking yang bagus, menjadi prasyarat seorang humas protokol di pemerintahan daerah. 

Beberapa bulan lalu memang sempat viral di media sosial (medsos) tentang deretan pegawai cantik yang menjadi staf pemerintahan di Indonesia. Di antaranya Meilisa Onibala gadis asal Manado yang berdinas di Kantor Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Indri Indawati yang bekerja sebagai staf Humas dan Protokol di Kantor Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Baca Juga : Fashion Hijab Wud Hadirkan Koleksi Baru, Pertahankan Bisnis Saat Pandemi Covid-19

Ternyata, Pemerintah Kabupaten Malang juga memiliki pegawai cantik bernama Oktaria Ardika Putri. Gadis berparas ayu kelahiran 5 Oktober 1993 asal Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung ini bekerja sebagai staf Protokoler Pemerintah Kabupaten Malang.

Perempuan yang akrab disapa Okta ini menceritakan awal mula terpilih menjadi staf Protokoler Pemerintah Kabupaten Malang setelah dirinya berhasil menyisihkan 90 peserta lain.

"Awalnya saya iseng mas, melamar pekerjaan di Pemerintahan Kabupaten Malang. Waktu itu saya dikasih tahu kakak ada lowongan protokoler, akhirnya saya mengajukan lamaran sebab basic saya seorang Master of Ceremony (MC) freelance," kata Okta saat kepada MalangTIMES, Selasa (27/2/2018).

Akhirnya Okta mengajukan lowongan di akhir deadline  pendaftaran pada  Desember 2017. Dari puluhan peserta yang sudah tersaring dan melalui tahapan tes dirinya berhasil menjadi yang terbaik.

"Waktu itu ada 90 peserta yang daftar. Hanya dipilih satu kandidat saja. Saya dites wawancara public speaking dalam membawa acara formal dan informal di hadapan Kasubbag Humas Pemkab Malang," ucap perempuan empat bersaudara itu.

Alhasil, dari tahapan seleksi dirinya terpilih dan mulai awal bekerja pada Januari 2018 ketika membawakan acara mutasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Malang yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

"Awal saya bekeja jadi protokoler saat acara formal pelantikan OPD awal Januari lalu mas. Tantangan jadi protokoler yaitu harus siap 24 jam non stop karena mengawal agenda Bupati Malang Dr H Rendra Kresna yang begitu padat pagi sampai malam," terang gadis 25 tahun itu.

Okta menerangkan bahwa staf  protokoler di Pemkab Malang itu ada 5 orang yang menjadi MC di antaranya 4 orang MC formal dan informal dan dirinya menjadi MC khusus entertainment.

Baca Juga : Kreatif, Kreasi Nail Art 3D Bertemakan Virus Corona dan Kampanyekan Stay Home

"Jadi saya di protokol ini masih 2 bulanan mas. Masih banyak kekurangan dan saya harus tampil total serta memberikan yang terbaik bagi audiens," beber gadis alumnus SMAN 1 Kepanjen tersebut.

Disinggung apa tantangan membawakan acara pemerintahan dibanding acara umum? Alumnus Fakultas MIPA Universitas Brawijaya ini mengaku membawakan acara di pemerintahan harus menguasai tata bahasa baku yang menjadi pakem sehingga lebih sopan tutur bahasanya.

"Kebetulan mas saya sebelumnya menjadi MC di kampus negeri membawakan acara berskala nasional maupun Internasional. Jadi tantangan ketika mengisi acara pemerintahan kata-katanya harus benar-benar tertata," tegas anak pasangan dari Sumarlan dan Sutarti itu.

Disamping itu, selain bekerja sebagai public speaking di Pemkab Malamg dirinya juga sebagai dosen pengajar di Universitas Kanjuruhan Malang.

"Selain jadi protokoler mas, saya juga mengajar mahasiswa kelas karyawan di hari Jumat dan Sabtu malam. Jadi aku harus bisa memanajemen waktu dengan baik agar tidak bentrokan," pungkasnya.