Sihir Nasri Abdul Wahid, kepala Dinas TPHP Kabupaten Malang, yang diganjar penghargaan nasional di dunia pertanian. Setelah Si Brilian, kini Nasri siap meluncurkan Sinta Pajale bagi petani Bhumi Arema dan Indonesia. (Nasri for MalangTIMES)

Sihir Nasri Abdul Wahid, kepala Dinas TPHP Kabupaten Malang, yang diganjar penghargaan nasional di dunia pertanian. Setelah Si Brilian, kini Nasri siap meluncurkan Sinta Pajale bagi petani Bhumi Arema dan Indonesia. (Nasri for MalangTIMES)


Pewarta

Nana

Editor

Yunan Helmy


MALANGTIMES - Termasuk daerah agraris,  bahkan menjadi wilayah penyuplai pangan regional dan nasional, Kabupaten Malang terus berbenah dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat petani yang berjibaku dan  setia menjadi benteng pertahanan pangan. 

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna menyebut mereka para pahlawan sunyi. Bergelut di antara lumpur dan tak henti berhadapan dengan para pengerat (hama,  red) di satu sisi. Serta terus bersetia untuk mengabdikan jalan hidupnya di dunia pertanian. "Saya tidak bisa membayangkan kalau para petani beralih profesi. Maka, dipastikan kita akan kembali masuk dalam penjajahan baru," ucap bupati Malang kesembilan belas yang konsen meniupkan semangat memandirikan desa itu. 

Keseriusan dan perhatian penuh Rendra kepada petani di berbagai desa di Bhumi Arema ibarat gayung bersambut. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP)  Kabupaten Malang di bawah kepemimpinan Nasri Abdul Wahid mengejawantahkan harapan besar pemimpinnya. 

Di bawah kendalinya,  dunia pertanian di Bhumi Arema menggeliat. Lewat berbagai "sihir", Nasri yang mengubah paradigma dan pola penanganan petani dalam menjalankan tugas mulianya. Yakni mengamankan pangan masyarakat untuk mencapai kemandirian. 

Sihir Nasri mengubah pola-pola klasik dalam menghadapi berbagai musuh petani. Organisme penggangu tanaman (OPT) yang biasanya dihadapi secara parsial serta kerap terlambat dalam penanganannya,  berubah. 

"Proses pelaporan petani kepada petugas kerap terkendala birokrasi yang panjang. Ini membuat kerusakan yang ditimbulkan OPT sangat merugikan petani. Satu sisi petani kerap memakai cara cepat dalam menanganinya. Yaitu lewat penyemprotan kimia," terang Nasri yang beberapa hari lalu diganjar penghargaan nasional dari Kementerian Pertanian atas inovasinya di dunia pertanian. 

Kondisi inilah yang membuat Nasri meracik ramuan sihirnya yang dinamakan Si Brilian. Sebuah program berbasis teknologi inovasi sederhana yang mampu memangkas alur birokrasi pelaporan petani saat lahannya digempur OPT. 

Melalui Si Brilian (Sistem Informasi Brigade Perlindungan Tanaman), pola laporan dan penanganan pengendalian OPT menjadi cepat. "Dan tentunya dengan kecepatan tersebut, kerugian petani bisa diminimalisir saat lahannya diserang hama, " ujar Nasri yang memiliki hobi menciptakan teknologi terapan bagi para petani di Bhumi Arema ini. 

Sihir baru dari Kadis TPHP Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid yang dinamakan Sinta Pajale (for MalangTIMES)

Sihir Si Brilian ciptaan Nasri, telah memukau para pemangku kepentingan di tingkat nasional. Efektivitas dan efisiensi yang dikandung dalam Si Brilian untuk menjaga keberlangsungan produktivitas petani mulai terlihat dan terbukti. 

Dari sihir Nasri tersebut, muncul berbagai harapan dan impian untuk terus melaju semakin baik. Baik untuk petani,  Pemerintah Kabupaten Malang maupun dunia pertanian secara nasional. Petani berwawasan global tanpa kehilangan lokalitasnya serta terbentuknya dunia pertanian yang semakin kuat dalam berbagai ancaman global. 

"Petani tidak hanya berhadapan dengan OPT saja,  tapi juga dengan pasar yang semakin terbuka (global). Teknologi tidak bisa dibendung dalam segala dimensi kehidupan. Karena itu, kita terus melakukan pendampingan intensif petani dalam berbagai hal. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi pertanian, " ujar Nasri. 

Si Brilian yang meraih juara nasional dalam inovasi teknologi pertanian tidak membuat Nasri berpuas diri. Sihir lain bernama Sinta Pajale (Sistem Informasi Tanaman Padi,  Jagung dan Kedelai) siap menyapa petani Bhumi Arema. 

Sinta Pajale ramuan Nasri merupakan program database spasial yang dipergunakan sebagai dasar rencana kebutuhan benih,  pupuk dan perkiraan panen di tiga komoditas pertanian andalan Kabupaten Malang. 

Melalui Sinta Pajale,  ujar Nasri,  persoalan klasik petani dalam persoalan  tersebut bisa diantisipasi secara cepat oleh para pemangku kebijakan. "Di Kabupaten Malang dengan dukungan bapak Bupati,  persoalan benih dan pupuk tidak terkendala. Tapi luasnya wilayah pertanian kita,  selalu membuka celah adanya persoalan tersebut. Lewat Sinta Pajale ini,  semoga persoalan petani bisa diatasi secara cepat dan tepat, " imbuhnya. 

Sihir Nasri tidak hanya bermanfaat bagi para petani di Bhumi Arema saja,  tapi juga bisa diaplikasikan untuk seluruh petani yang ada di Indonesia. "Karena beberapa program ini basisnya online walaupun bisa dipakai secara offline. Jadi bisa dipakai oleh siapapun yang ada di Indonesia. Kita dedikasikan berbagai inovasi asli Kabupaten Malang untuk Indonesia, " pungkas Nasri. (*) 

End of content

No more pages to load