Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi saat membuka kegiatan peningkatan daya saing produk UKM Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi saat membuka kegiatan peningkatan daya saing produk UKM Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI berupaya mengangkat potensi Usaha Kecil Mikro (UKM) lokal untuk bersaing di pasar internasional. Meski demikian, salah satu pekerjaan rumah (PR) yang musti segera digarap adalah soal perluasan pemasaran melalui jaringan online. 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam agenda Penyampaian Saran Kebijakan Pemanfaatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian dan Olahannya. Berlangsung di Hotel Asri. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Rabu (21/2/2018) lalu dan diikuti sekitar 50 pelaku UKM Kota Malang.

Pemateri dari The ASEAN SME Academy Galuh Wulan mengungkapkan, para pelaku usaha kecil di Kota Malang agar memanfaatkan dunia online untuk memasarkan produk mereka. "Saat ini sudah masuk dunia tanpa batas. Orang dari Singapura bisa beli langsung produk di Kota Malang, tapi kalau tidak ada yang menampilkan di online, kan mereka jadi tidak tahu," ujar Galuh. 

Salah satu yang harus dikuasai oleh pelaku usaha, menurut Galuh adalah terkait dasar-dasar entrepreneurship. Hal tersebut penting untuk pengembangan UKM agar bisa berdaya saing tinggi tidak hanya di level nasional tetapi juga internasional. "Dengan kegiatan ini kami mengajak pelaku UKM belajar membenahi dan meningkatkan kemampuan mengakses permodalan, juga layanan informasi,  konsultasi pengembangan pasar," ujar perempuan yang merupakan Senior Manager ASEAN Academy. 

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Malang Wahid Wahyudi menegaskan jika potensi UKM di Kota Malang sangat besar. Ke depan, harus mampu bersaing di kalangan internasional khususnya di kawasan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Wahid menjelaskan, untuk mendorong UKM Kota Malang harus diikuti dengan peningkatan kualitas. "Misalnya dari package (pengemasan) dan metode pemasaran yang baik. Dengan begitu, bisa menjaring pangsa konsumen yang lebih besar dan menjangkau kawasan ASEAN," ujar Wahid. 

"Era globalisasi ini adalah era persaingan. Karena itu produk UKM harus bisa bersaing dengan produk lain terutama yang datang dari luar negeri," kata Wahid. Ia menjelaskan, sentra perekonomian Indonesia di wilayah timur, sebenarnya terpusat di Provinsi Jawa Timur. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya produk-produk dari berbagai kota di Jawa Timur sudah merangsek berbagai provinsi yang ada di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga : Jokowi Minta Pemda Pangkas Belanja yang Tidak Prioritas untuk Penanganan Covid-19

Kondisi itu, lanjut Wahid sebenarnya bisa ditangkap sebagai peluang bagi pelaku UKM yang ada di Kota Malang sebagai pasar yang bisa ditembus. Selain itu, dalam tataran lokal, keberadaan 53 perguruan tinggi yang ada di Kota Malang dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak juga merupakan pasar yang harus menjadi bidikan para pelaku UKM. "Karena itu standar mutu UKM di Kota Malang harus ditingkatkan dan saya imbau juga gunakan teknologi untuk memudahkan pemasaran dan sebagainya," tandasnya.

Berbicara perekonomian di negara yang tergabung dalam MEA, menurut Wahid merupakan peluang yang perlu ditangkap bersama oleh semua kalangan. Khususnya pelaku UKM. Sebab, MEA dibentuk pada dasarnya agar 10 negara yang ada di dalamnya termasuk Indonesia bisa memposisikan diri dalam bidang ekonomi dan memiliki daya saing yang hebat. "Saya yakin banyak pelaku UKM di Kota Malang khususnya belum mengetahui berbagai info soal MEA. Sehingga forum ini harus dimanfaatkan dengan baik," tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang Tri Widyani Pangestuti mengatakan, forum ini bisa terselenggara atas kerja sama Pemkot Malang dengan Kementerian Luar Negeri dan bertujuan mengangkat perekonomian bidang UKM Kota Malang. "Kota Malang ini gudangnya UKM. Khusus semina ini yang ikut adalah para pelaku UKM yang bergerak di bidang pertanian dan olahan makanan. Kendala selama ini bagi para pelaku UKM adalah pemasaran dan itu sangat dibutuhkan, sehingga dengan adanya forum ini saya harap bisa dimanfaatkan dengan baik," kata Yani, sapaan akrabnya.