Tabel progres pembangunan Tol Malang-Pandaan (Mapan) hingga pertengahan Februari 2018. (Foto: PT Jasa Marga Pandaan Malang)
Tabel progres pembangunan Tol Malang-Pandaan (Mapan) hingga pertengahan Februari 2018. (Foto: PT Jasa Marga Pandaan Malang)

MALANGTIMES - Percepatan pembangunan Tol Malang-Pandaan (Mapan) benar-benar menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hari ini (21/2/2018) Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Malang Wahid Wahyudi mengadakan rapat tertutup yang menghadirkan seluruh stake holder terkait. Hasilnya, Tol Mapan ditargetkan bisa mulai operasional pada September mendatang. 

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Wahid menyampaikan, pihaknya tidak memungkiri adanya beberapa kendala dalam percepatan pembangunan tersebut. Misalnya terkait pembebasan lahan. Di wilayah Kota Malang, Tol Mapan menggunakan lahan seluas 15 hektare. "Dari total 15 hektare, saat ini sudah 13,5 hektare yang sudah berhasil dibebaskan. Sementara sisanya masih diproses," ujarnya. 

Pembebasan lahan itu ditargetkan selesai pada Maret mendatang. Selain itu, lanjutnya, masih ada 51 bidang tanah milik warga Kelurahan Madyopuro yang saat ini masih dalam tahap konsinyasi. "Kami sudah komunikasikan juga, Pengadilan Negeri Kota Malang pun berjanji untuk menyelesaikannya sampai akhir Maret mendatang," tegasnya.

Jika pembebasan lahan selesai tepat waktu, maka konstruksi fisik tol bisa langsung dikerjakan. "Untuk menyelesaikan seksi V Kota Malang, dibutuhkan waktu sekitar lima bulan," tambahnya. Artinya, bulan September mendatang konstruksi sudah terbangun dan tol bisa dioperasikan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM) Agus Purnomo yang hadir di Balaikota Malang mengungkapkan bahwa pengerjaan Tol Mapan terus dilakukan secara sporadis. Yakni menyasar lokasi-lokasi yang pembebasan lahannya telah selesai. "Saat ini juga sudah mulai sporadis dikerjakan, sekarang secara keseluruhan pembangunannya sudah mencapai 47 persen dari seksi satu sampai lima," ujar Agus.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

"Sebenarnya sebagai pelaksana, kami menunggu pemerintah menyiapkan lahan," tambahnya. Mengenai masih adanya lahan yang belum terbebaskan, Agus menyebut bahwa keberadaan tol merupakan kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, pemerintah pusat telah mengatur seluruh prosedur mulai dari awal hingga akhir pengerjaan. "Ini kan untuk kepentingan umum, maka akan berjalan sesuai hukum yang ditetapkan," tegasnya.

Seperti diketahui, jalan bebas hambatan sepanjang 38,488 kilometer (Km) itu terbagi menjadi lima seksi. Yakni Seksi I Pandaan - Purwodadi (15,457 Km); Seksi II Purwodadi - Lawang (8,05 Km); Seksi III Lawang - Singosari (7,10 Km); Seksi IV Singosari - Pakis (4,75 Km) dan Seksi V Pakis - Kota Malang (3,113 Km). 

"Seksi satu, dua, dan tiga itu rencananya bisa dioperasikan secara fungsional pada saat masa lebaran," terangnya. Meski demikian, di Seksi II pun pembebasan lahan belum sepenuhnya selesai. Jika pada awal Juni pembangunan di seksi tersebut belum selesai, maka yang difungsikan di masa lebaran adalah Seksi I dan Seksi III.