Seruni Diapresiasi Kementerian Perhubungan, Ini Pesannya

Feb 21, 2018 14:24
Hj Jajuk Rendra Kresna sebagai Bunda PAUD menyampaikan apresiasinya atas diluncurkannya Seruni. Selain Jajuk, Kementerian Perhubungan pun berharap inovasi ini bisa ditiru oleh daerah lainnya. (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Hj Jajuk Rendra Kresna sebagai Bunda PAUD menyampaikan apresiasinya atas diluncurkannya Seruni. Selain Jajuk, Kementerian Perhubungan pun berharap inovasi ini bisa ditiru oleh daerah lainnya. (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sosialisasi Edukasi Rambu-rambu Pada Anak Usia Dini atau Seruni yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Malang mendapat apresiasi dari Kementerian Perhubungan. 

Melalui Ditjen Perhubungan Darat, program Seruni dijadikan contoh bagi pemerintah daerah lainnya dalam urusan keselamatan berlalulintas. Khususnya mengenai penanaman kesadaran kepada anak-anak usia dini. 

"Kita mengapresiasinya dan berharap inovasi ini bisa juga direplikasi daerah lainnya. Walau tentunya dengan karakter daerahnya masing-masing," kata Ni Widaningsih Kasubid Promosi dan Kemitraan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rabu (21/02). 

Ni Widaningsih menyampaikan, pola pendidikan Seruni melalui sistem visualisasi, baik melalui bus,  serta alat peraga rambu lalu lintas, sangat tepat bagi anak-anak usia dini. Pasalnya, melalui visualisasi, pendidikan rambu lalu lintas menjadi mudah diterima dan ditangkap anak-anak. 

"Karenanya kita berharap inovasi Seruni bisa ditiru daerah lainnya," ujar Ni Widaningsih kepada MalangTIMES. 

Di kesempatan yang sama Bunda PAUD Kabupaten Malang, Hj Jajuk Rendra Kresna sangat berterimakasih dengan adanya inovasi Seruni bagi anak-anak usia dini ini. 

Jajuk merasakan dengan adanya program Dinas Perhubungan Kabupaten Malang tersebut,  anak-anak bisa belajar mengenai rambu lalu lintas dengan cara bermain. 

"Ini sangat tepat tentunya. Kami sangat senang. Harapan kita tentunya anak-anak nanti yang sudah disentuh Seruni bisa jadi pengingat orang tuanya," ucapnya. 

Pengingat orang tua dalam berlalulintas yang dimaksud oleh istri orang nomor satu di Kabupaten Malang ini, adalah nantinya pada anak-anak itulah pesan berlalu lintas tersampaikan. 

Anak-anak PAUD Kepanjen saat bermain rambu lalulintas dalam acara Seruni.  (Nana)

Pesan yang tersampaikan tersebut,  tentunya akan lebih mengena apabila anak-anaknya sendiri yang menyampaikan. Dibanding, misalnya disampaikan oleh pihak luar.  "Misal orang tua menyetir dalam kondisi lelah atau melanggar aturan, anak-anak inilah yang menjadi polisinya," terang Jajuk.  

Jajuk yang menenami anak-anak untuk uji driver bus Seruni di area Pendopo Kabupaten Malang di Jalan Panji, Kepanjen, juga menyampaikan, bahwa ternyata anak-anak telah memahami berbagai tanda dan simbol lalulintas yang ada di dalam bus. 

Dia menceritakan,  bahwa dirinya bertanya kepada anak-anak tentang tanda dan simbol lalu lintas tersebut. "Mereka mengetahuinya ternyata. Misal simbol huruf P disilang, artinya dilarang parkir dan lainnya," imbuh Jajuk. 

Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang pun akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi dalam program Seruni ini. Hafi Lutfi Kepala Dishub Kabupaten Malang menegaskan, apabila di perjalanan waktu masih membutuhkan penambahan bus Seruni untuk menampung kebutuhan sekitar 1.000 lembaga PAUD yang ada, pihaknya siap untuk menambah jumlah unit bus Seruni. 

"Saat ini baru dua unit. Nanti bisa kita tambah dua unit lagi, " ujar Hafi yang juga akan menyentuh para guru PAUD dalam menguatkan Seruni di Kabupaten Malang. 

Harapan Dishub Kabupaten Malang terhadap Seruni adalah menurunkan angka kecelakaan yang secara data mencapai 40 persennya didominasi oleh usia produktif. 

"Selain kita berinvestasi untuk terciptanya kesadaran berlalulintas yang lebih masif dan berkelanjutan," pungkas Hafi. 

Topik
Berita MalangSosialisasi Edukasi Rambu rambu Pada Anak Usia DiniBunda PAUDHj Jajuk Rendra Kresna

Berita Lainnya

Berita

Terbaru