Selain Ametung dan Ken Arok, Ken Dedes Hampir Menikah dengan Lelaki Asal Dinoyo Ini

Feb 21, 2018 09:25
Ilustrasi Ken Dedes by Andrief99 DevianArts (Ist)
Ilustrasi Ken Dedes by Andrief99 DevianArts (Ist)

MALANGTIMES - Siapa yang tidak kenal dengan Ken Dedes. Seorang wanita utama atau ardanareswari yang  menurunkan trah raja-raja besar di Nusantara. Yakni Singosari, Majapahit hingga Mataram.

Baca Juga : KITAB INGATAN 101

Tapi,  tahukah kita bahwa dalam perjalanannya menjadi seorang perempuan yang melahirkan raja-raja besar di Jawa dari pernikahan paksanya dengan Tunggul Ametung serta Ken Arok,  ternyata Ken Dedes pernah hampir menikah dengan lelaki asal Dinoyo. 

Lelaki asal Dinoyo, yang kini telah menjelma sebagai daerah yang padat penduduk dan pendatang yang kuliah di Malang, itu bernama Joko Lulo. Lelaki ini yang mengetahui kecantikan Ken Dedes yang merupakan putri Mpu Purwa, pemimpin padepokan di Desa Panawijen (Polowijen, Kota Malang), seperti tertera  dalam Prasasti Mula Malurung dan juga Kitab Pararaton yang digubah tahun 1641 M. 

Kecantikan Ken Dedes inilah yang membuat Joko Lulo melamarnya. Dedes yang tidak memiliki rasa cinta kepada Lulo awalnya menolak secara halus lamaran tersebut. Agar tidak menyakiti hati Lulo yang terus berharap memilikinya,  Dedes akhirnya menerima lamaran tersebut. 

"Tapi buatkan aku sebuah sumur yang kedalamannya mencapai satu windu (8 tahun) perjalanan, " kata Dedes yang saat itu tidak mengetahui bagaimana sosok Lulo. 

Sayangnya,  ketidaktahuan Dedes kepada Lulo yang memiliki kesaktian mandraguna dan memberikan syarat tersebut agar lelaki asal Dinoyo ini tidak sanggup melaksanakannya,  meleset. 

Permintaan Dedes  dalam  waktu singkat terpenuhi oleh Lulo. Ludah sudah mengering,  Dedes pun akhirnya harus menerima pinangannya tersebut.  Singkat cerita, waktu pernikahan ditentukan oleh pihak keluarga Lulo. Anehnya, keluarga Lulo meminta pernikahan dilaksanakan tengah malam sampai fajar pagi, sebelum  para perempuan menumbuk alu tanda hari  mulai pagi.  

Baca Juga : KITAB INGATAN 100

Waktu pernikahan tiba.  Diiringi gamelan dan gelapnya malam, kedua mempelai dipertemukan.  Dedes yang belum mengetahui sosok asli Lulo juga telah pasrah menerima pernikahan tersebut. 

Tapi,  peristiwa berbelok begitu saja. Tiba-tiba terdengar suara tompo (tempat nasi terbuat dari bambu) dan lesung berbunyi. Sahut-menyahut yang sengaja dibunyikan oleh para gadis Panawijen. Sebagian lain membakar jerami di sebelah timur. Sontak,  ayam-ayam pun berkokok bersahutan mengira pagi telah datang. 

Cahaya api dari jerami semakin terang. Dan,  betapa terkejutnya Dedes saat cahaya menerpa wajah Lulo. Tampak jelas rasa takut di wajah jelita Dedes melihat paras calon suaminya yang ternyata buruk rupa itu. 

Rasa takut inilah yang membuat Dedes nekat menceburkan dirinya ke dalam sumur yang dibuat Lulo. Sumur itulah yang diberi nama Sumur Windu sampai saat ini. 

Joko Lulo dan keluarganya pun merasa malu dengan hal tersebut. Maka lahirlah kutuk dari mereka kepada penduduk Panawijen. Kutuk ini adalah jangan sampai ada lagi pertunangan dan perkawinan antara orang Dinoyo dan orang Panawijen. 

Topik
Berita MalangTunggul Ametung serta Ken ArokKen DedesDesa Panawijen (PolowijenKotaMalang)

Berita Lainnya

Berita

Terbaru