Spanduk berisi jargon salah satu paslon dalam Pilkada Kota Malang yang terpasang di Jalan Tumenggung Suryo. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Spanduk berisi jargon salah satu paslon dalam Pilkada Kota Malang yang terpasang di Jalan Tumenggung Suryo. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Memasuki masa kampanye dalam Pilkada Kota Malang, hingga saat ini belum ada alat peraga kampanye (APK) resmi yang dipasang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Meski demikian, di beberapa lokasi tampak spanduk-spanduk yang menjurus ke salah satu pasangan calon (paslon) terpasang dan tampaknya lepas dari pantauan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Malang. 

Misalnya spanduk putih dengan tulisan #AYONOTOMALANG yang merupakan jargon milik paslon nomor 1, Ya'qud Ananda Gudban dengan Achmad Wanedi (Menawan) di ruas Jalan Raden Tumenggung Suryo dan di Jalan Jenderal Achmad Yani.

Juga tampak baliho milih paslon Gubernur - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno di Jalan Semeru. 

Ada pula sejumlah baliho iklan layanan masyarakat dengan gambar petahana Moch Anton dan Sutiaji di beberapa titik di Kota Malang. "Belum semua dibersihkan. Minggu ini akan diteruskan lagi. Sasarannya lima kecamatan dibersihkan semua. Karena saat ini sudah memasuki masa kampanye, yang dibersihkan itu APK tidak sesuai aturan dan iklan layanan masyarakat bergambar petahana," ujar anggota Panwaslu Kota Malang Iwan Sunaryo.

Mengenai spanduk berisi jargon paslon, Iwan menyebut pihaknya masih akan meninjau APK tersebut. Sebab nantinya yang boleh terpasang adalah APK yang telah disepakati.

APK itu berupa baliho, spanduk, dan umbul-umbul. KPU wajib memasang lima buah baliho, 10 spanduk, dan 20 umbul-umbul per Paslon per kecamatan. Selain APK resmi dari KPU, setiap Paslon juga memasang APK resmi selama kampanye. 

APK tersebut telah ditentukan ukurannya, dan ditetapkan daerah pemasangan berdasarkan kesepakatan. Sebab ada titik-titik yang boleh dipasangi dan daerah terlarang untuk dipasangi APK.

Sementara untuk pembersihan, lanjut Iwan, baru dilaksanakan di dua wilayah yakni Lowokwaru dan Klojen. Pekan ini, pembersihan dilakukan di Kecamatan Blimbing, Kedungkandang, dan Sukun.

"Karena kemarin Blimbing memang belum disentuh. Tentunya nanti akan kami bersihkan bersama Satpol PP Kota Malang," lanjutnya.

Sementara itu, juru bicara timses Menawan Dito Arief mengklaim bahwa spanduk putih bertuliskan jargon tersebut bukan termasuk APK.

"Semestinya tidak masuk, tidak memenuhi unsur kampanye. Ajakan memilih, visi misi, gambar pasangan calon, partai pengusung, dan lain-lain," ujar Dito.

Berdasarkan aturan PKPU nomor 4 tahun 2017, APK mencakup semua benda atau bentuk lain yang memuat visi misi dan program paslon, simbol, atau tanda gambar paslon yang dipasang untuk keperluan kampanye. Tujuannya untuk mengajak orang memilih paslon tertentu.

"Kalau tidak dibersihkan berarti ya persepsi kami sama dengan Panwas, bahwa itu dianggap bukan APK, sesuai PKPU Nomor 4 Tahun 2017," pungkas Dito.