Disperin Kota Malang Imbau Industri Kecil Menengah Segera Urus Sertifikasi

MALANGTIMES - Kesadaran kalangan pelaku industri kecil menengah bidang makanan dan minuman (mamin) di Kota Malang untuk mengurus sertifikasi masih minim. Tercatat baru sekitar 20 persen yang telah mengantongi sertifikasi.

Padahal, sertifikasi untuk produk makanan dan minuman penting. Pasalnya, sertifikasi merupakan salah satu bukti pengesahan yang menunjukkan bahwa produk tersebut berkualitas dan aman untuk dikonsumsi. 

Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang pun sudah mendorong kalangan IKM (industri kecil menengah) agar mengurus sertifikasi supaya produk yang dihasilkan dapat terus meningkat. Kepala Seksi (Kasi) Mamin Disperin Kota Malang Suswati SSos berharap IKM yang sudah menghasilkan produk berkualitas menjaga produknya dengan mengurus sertifikasi. 

Kasih Makanan dan Minuman Dinas Perindustrian Kota Malang, Suswati, S. Sos (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

"Saat ini di Kota Malang, untuk sertifikasi saya katakan masih 20 persen. Hal itu sangat saya sayangkan. Soalnya, jika mereka memiliki sertifikasi, mamin yang mereka hasilkan akan sangat mudah dalam penyebarannya, terutama di swalayan atau toko-toko modern," ujar Suswati. 

Bukan hanya Disperin Kota Malang yang mengimbau IKM mengurus sertifikasi. Dinas Perindustrian Provinsi Jatim pun sangat mendorong IKM untuk segera mengurus sertifikasi. 

Menurut Suswati, masyarakat sekarang sudah pintar memilih dan memilah makanan dan minuman. Dari survei yang dilakukan, juga terlihat saat memilih mamin, banyak masyarakat yang terlebih dahulu melihat sertifikasi untuk memastikan produk tersebut layak atau tidaknya dikonsumsi. 

"Provinsi juga mendorong beberapa kali dibuat pengurusan gratis untuk sertifikasi. Kalau punya legalitas, itu jadi enak mau nitip ke swalayan atau toko-toko besar. Kalau belum, kan ya masih belum berani mau menitipkan," ucap Suswati. (*)

 

Top