Menonton La Tortue Rogue 2

Feb 18, 2018 08:52
Ilustrasi puisi (Istimewa)
Ilustrasi puisi (Istimewa)

Menonton La Tortue Rogue 2

dd nana

-Karena kita dirancang untuk saling membelah diri 

Begitu asing rasa ini awalnya

Setelahnya kita saling melengkapi, kemudian membelah diri. 

Sesuatu yang lebih asin dari lautan meleleh dari sepasang mata yang kerap kau kecupi. Setiap pagi dan senja yang membuat warna samudera jingga. 

Baca Juga : KITAB INGATAN 101

Tapi ada yang lebih asing. Saat tubuhku membelah diri. Dari satu menjadi dua. Serupa gelombang yang memecahkan dirinya kepada pesisir. Ikhlas pecah,  berserah untuk burai dan mengurai. 

Kehidupan lahir,  sayangku. Dari pagutan paling liar di tengah purnama. Saat karang mengulum iri. Saat pepohonan bambu riuh menggerisikkan doa. 

Kita berhasil membelah diri. Serupa nenek moyang kita yang kita kenal lewat kitab-kitab dan segala petaka yang mengawalnya. 

Semoga tidak ada yang tercederai,  sayang. 

Luka Kuku

Hampir aku buang kalimat itu

Hanya mengingatkanku pada luka yang menginap terlalu lama

Pada dirimu yang terlalu sempurna ada dalam kisah percintaan paling rahasia. 

Luka kuku juga mengingatkan ku

Pada cerita tua tentang potongan-potongan kuku yang dibuang. Dan jelma kunang-kunang yang berkedip di jurang dan rawa-rawa singit. 

Baca Juga : KITAB INGATAN 100

"Mereka mencari induknya. Merindu pasangannya. Dimana mereka lahir dan tumbuh menyatu. Mereka indah dalam sunyi paling kelam, ". 

Hampir aku buang kalimat itu

Karena nyerinya kembali ke aku. Karena ingatanku kembali menuju mu. 

"Diamlah sayang,  kuku mu telah begitu panjang. Kau tak akan kuat memeliharanya. Kuku panjang serupa bayangan tuhan. Yang  kau tanyakan setiap hari itu, ". 

Aku merinding mengingat luka kuku. 

Yang menjadikan ku sepi dan berkedip sendirian. Di jurang,  ngarai dan rawa-rawa paling sangit dan singit yang kalian tinggalkan. 

Topik
puisi pendekserial puisipuisi malangtimes

Berita Lainnya

Berita

Terbaru