Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso (dua dari kiri) bersama seluruh peserta Forum Perangkat Daerah dalam penyusunan Renja Kota Malang 2019, beberapa waktu lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso (dua dari kiri) bersama seluruh peserta Forum Perangkat Daerah dalam penyusunan Renja Kota Malang 2019, beberapa waktu lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMESPenyusunan rencana kerja (renja) Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang dikemas menarik. Tidak seperti kebanyakan diskusi publik, para peserta duduk serius mengikuti paparan. 

Kesan itu tidak ditemui dalam diskusi Foum Perangkat Daerah / Lintas Perangkat Daerah Penyusunan Renja Barenlitbang Kota Malang Tahun 2019. Kegiatan yang dilangsungkan di Hotel The 101 OJ Malang itu, penuh dengan suasana cair tanpa menghilangkan substansinya.  

Bagaimana tidak, di awal kegiatan, usai menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan singkat, puluhan peserta diajak menari bersama. Mulai dari fasilitator, jajaran pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, pengusaha serta perwakilan komunitas kreatif kompak mengikuti gerak senam Gemu Fa Mi Re alias Maumere. 

"Memang dikemas fun, karena yang bakal dibahas adalah masa depan Kota Malang. Jadi semua harus fresh (segar) agar buah pikir yang dituangkan dalam renja ini bisa maksimal," ujar Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso.  

Erik menguraikan, perencanaan pembangunan memliki tahapan proses yang harus dilalui sesuai dengan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Salah satu tahapan perencanaan adalah diskusi forum perangkat daerah/Iintas perangkat daerah. "Forum ini merupakan wadah penampungan dan penjaringan aspirasi masyarakat dan dunia usaha untuk penyempurnaan rancangan kebijakan penyusunan Renja Perangkat Daerah," urainya. 

Selain itu, diskusi tersebut juga menjadi wahana antar pihak-pihak yang Iangsung atau tidak Iangsung mendapat manfaat atau dampak dari program dan kegiatan perangkat daerah. "Sebagai perwujudan dari pendekatan partisipasif perencanaan pembangunan daerah, seluruh komponen kami libatkan," paparnya. Forum Perangkat/Lintas Perangkat Daerah dihadiri oleh asosiasi dunia usaha misalnya dari sektor properti, wisata, dan lain-lain. Juga hadir lembaga penelitian, akademisi serta ahli profesi.

Narasumber sekaligus fasilitator Bappeda Provinsi Jawa Timur Drs Andi Fefta Wijaya MDA PhD mengungkapkan bahwa perencanaan di daerah mencakup 30 persen penilaian kinerja yang dilakukan pemerintah pusat. Sehingga penyusunan renja maupun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) musti dilakukan dengan seksama. "Merancang renja yang sekarang dilakukan Bernlitbang Kota Malang ini sangat menentukan, karena akan jadi platform program pemerintah lima tahun ke depan. Kalau kurang pas maka akan berpengaruh ke rancangan akhir RPJMD," sebutnya. 

Beberapa catatan yang disampaikan Fefta tidak lepas dari konsistensi perencanaan. "Kalau bisa program-program yang sudah di-setting di RPJMD dalam proses selanjutnya tidak mengalami banyak perubahan. Konsistensi program itu juga jadi dokumen pemeriksaan," tegasnya.  Selain itu, Fefta juga menyarankan agar sistem perencanaan, penganggaran dan pelaporan harus terkoneksi. 

"Kalau sudah terkoneksi, di perjalanan kalau ada intervensi politik maka yang menolak bukan birokratnya, tapi sistemnya. Kalau terintegrasi kan sudah tidak bisa dilakukan perubahan yang besar. Kalau ada intervensi itu biasanya tidak lepas dari aspek politik," sebutnya. Fefta juga menggarisbawahi bahwa program-program yang tersusun tidak boleh bertabrakan dengan program lain atau tumpang tindih. 

Setelah paparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi per kelompok sesuai bidang pembahasan. Misalnya bidang ekonomi, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan lain-lain. Acara forum diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat daerah Penyusunan Renja Barenlitbang Tahun 2019 oleh perwakilan dari masing-masing unsur.

End of content

No more pages to load