Kuliner Berbahan Lokal Kian Digandrungi, Kabupaten Malang Salah Satu Pemasoknya

Feb 14, 2018 08:06
Racikan ikan tuna yang menggoda di tangan para chef. Ikan tuna Sendangbiru, Kabupaten Malang menjadi yang terbaik di kelasnya. (Istimewa)
Racikan ikan tuna yang menggoda di tangan para chef. Ikan tuna Sendangbiru, Kabupaten Malang menjadi yang terbaik di kelasnya. (Istimewa)

MALANGTIMES - Bahan-bahan lokal nusantara semakin diminati oleh masyarakat dunia. Berbagai menu makanan dengan racikan bahan lokal pun menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyajikan berbagai makanan yang digandrungi masyarakat dunia. 

Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang

Para chef kelas dunia pun mengakui bahwa racikannya menjadi semakin nikmat dengan adanya bahan-bahan lokal dari nusantara. Misalnya, chef muda asal Singapura sekaligus pemilik restoran Candlenut, bernama Malcolm Lee. "Resep andalan favorit pelanggan saya dikarenakan adanya bahan  kluwak dari Indonesia," ujar Lee seperti dilansir beberapa media nasional.

Kayanya bahan lokal nusantara yang kini menjadi rebutan restoran - restoran kelas dunia dan tentunya Indonesia, telah membuat sektor kuliner memberikan kontribusi nilai tambah bruto sebesar Rp 208,6 triliun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,5% ditahun 2017. Selain juga menyerap tenaga kerja  3,7 juta orang dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,26%. Sedangkan unit  usaha yang tercipta dari sektor santap menyantap ini  sebesar 3 juta dengan rata-rata pertumbuhan 0,9%.

Daerah-daerah mana sajakah yang membuat dunia kuliner semakin menggeliat dengan kehadiran bahan-bahan lokal atau pun bahan mentah daging di berbagai restoran. MalangTIMES,  menyuguhkannya untuk anda. 

Untuk makanan laut,  ikan tuna Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan,  Kabupaten Malang menjadi bahan olahan favorit berbagai jenis makanan di berbagai restoran. Baik di Indonesia maupun di mancanegara. 

Kabupaten Malang terkenal dengan kesuburan dan juga hasil ikan tangkap lautnya. Khususnya Ikan Tuna yang merupakan salah satu hasil tangkap nelayan Sendangbiru yang terbilang melimpah di wilayah yang dipimpin Bupati Rendra Kresna ini. 

Ikan tuna Sendangbiru telah sampai di berbagai restoran dalam dan luar negeri. Serta menjadi menu andalan yang digemari masyarakat. Misalnya di Komunal 88 Restoran Jakarta dan restoran lain. 

Ikan tuna Sendangbiru menjadi bahan lokal yang digemari dikarenakan pola penerapan kegiatan berkelanjutan perikanan tuna berbasis ekosistem (ecosystem approach to fisheries management/EAFM) yang meliputi aspek teknik penangkapan ikan, ekonomi dan kelembagaan, serta tingkat keberlanjutan sumber daya ikan, habitat dan ekosistem perairan dan sosial.  

Indonesia dikenal penghasil rempah-rempah dunia. Hampir disetiap wilayah tumbuh (Istimewa)

Selain bahan makanan dari laut,  yang membuat orang Eropa, Asian maupun  Timur Tengah berbondong-bondong ribuan tahun lalu ke nusantara adalah rempah-rempah. Indonesia terkenal dengan kekayaan rempahnya yang tersebar di berbagai wilayah. Lokalitas tanaman inilah yang kini kembali diserbu oleh para pecinta makanan di berbagai restoran dan dipergunakan sebagai bagian tak terpisahkan dengan bahan utama. Baik daging,  sayuran,  roti,  minuman dan sebagainya. 

Baca Juga : Punya Rasa Manis, Pahit dan Legit, Ciri Khas Durian Kunir dan Bajol Desa Jombok

Misalnya, cengkeh,  pala dan fuli di wilayah Ternate, Tidore, dan Banda. Tiga rempah ini, dulu  harganya sebanding dengan emas. Selain  lezat digunakan sebagai bumbu makanan juga bisa untuk mengawetkan makanan atau sebagai bahan obat-obatan.

Selain itu ada Kluwak atau Kepayang atau keluak. keluak dikenal sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna hitam pada rawon, daging bumbu kluwak, brongkos, serta sup konro. Keluak ini tumbuh sumbur diberbagai wilayah Indonesia. Keberadaannya yang membuat chef dunia terpesona, membuat kluwak menjadi bahan lokal tenar di dunia.  

Rempah lainya yang menjadi rebutan di era modernitas ini adalah lada hitam atau merica. Bahan lokal yang banyak di hasilkan di Bangka,  Aceh,  Jambi,  Kalimantan,  Sumatera dan  Sulawesi ini tidak pernah kosong di berbagai dapur restoran terkenal. 

Bawang merah Kabupaten Brebes dan Kabupaten Malang juga menjadi bahan lokal yang tidak bisa ditinggal dalam makanan. Sebagai penyedap masakan,  bawang telah memposisikan dirinya sebagai menu utama di setiap dapur. 

Rempah-rempah lainnya yang juga tidak kalah penting bagi para chef dimanapun adalah kapulaga,  kayu manis, ketumbar, jinten,  asam kandis dan kencur. 

Cabai sebagai bahan lokal pun menjadi sangat terkenal di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Kabupaten Malang pun kini mulai menjadi sentra Cabai dengan harga jual yang relatif tinggo dan memiliki beberapa manfaat kesehatan.  Seperti zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Pun  kandungan vitamin C nya yang cukup tinggi dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang.

Masih banyak bahan lokal lain yang kini terus menyusup diberbagai dapur restoran. Masyarakat dunia pun,  kini kembali melirik dan kembali menyicipi berbagai makanan dari hasil bumi nusantara. 

Topik
bahan lokal nusantarakuliner lokalkuliner nusantaraKuliner MalangKabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru