Reskoba Polres Makota Bekuk Kaki Tangan Jaringan Sabu dari Balik Penjara

MALANGTIMES - Satreskoba Polres Malang Kota kembali mengamankan pelaku peredaran narkoba jenis sabu. Setidaknya ada empat pelaku yang diamankan pekan ini.

Ironisnya, jaringan pengedar tersebut dikoordinasi bandar yang tengah mendekam di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lowokwaru, Kota Malang.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami apakah supplier yang berada di dalam LP tersebut merupakan petugas atau seorang tahanan. Kasatresnarkoba Polres Malang Kota AKP Syamsul Hidayat menerangkan, pelaku ditangkap pada hari Sabtu (3/2) lalu. 

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat, tentang peredaran narkoba jenis sabu yang berada di sekitar jalan Hamid Rusdi Timur, Blimbing, Kota Malang. 

"Satreskoba Polres Malang Kota telah mengamankan empat orang tersangka berawal dari informasi masyarakat bahwa di daerah Polehan sering dijadikan tempat peredaran narkoba jenis sabu," jelasnya pada saat melakukan rilis di Polres Malang Kota, siang ini (9/2/2018).

Dari informasi tersebut Satuan Reskoba Polres Malang Kota berhasil mengamankan tersangka berinisial RA, 35, warga Polehan, Kota Malang dan mengamankan barang bukti (BB) narkoba jenis sabu seberat 0,6 gram.

Tim penyidik melakukan pengembangan dan berhasil menangkap HD, 35, warga Pasuruan. Syamsul menerangkan, berdasarkan keterangan RA, RA membeli barang tersebut di HD dengan harga Rp 750 ribu untuk satu paket sabu.

HD membeli sabu tersebut dengan harga per gramnya Rp 1,1 juta. Kemudian dijual lagi dengan harga Rp 1,5 juta. Sehingga, HD memperoleh keuntungan sebesar Rp 400 ribu per gramnya.

Dari HD, pihak reskoba berhasil mengamankan satu tersangka lagi berinisial WIN yang juga warga Pasuruan, tepatnya Desa Rembang. Dari WIN diamankan barang bukti sebanyak 1 poket sabu seberat 0,26 gram.

Berdasarkan informasi, keduanya, yakni HD dan WIN merupakan pengedar yang cukup besar di daerah tersebut. Syamsul menyampaikan, penangkapan terhadap tersangka tersebut dilakukan penggerebekan di jalan. "Penangkapan dilakukan penggerebekan di jalan," jelas dia.

Menurut keterangan tersangka, lanjut Syamsul, mereka mendapat supply barang dari dalam LP Lowokwaru. "Sementara keterangan begitu," imbuhnya. 

Akibat perbuatannya, pelaku berinisial RA dikenakan pasal 112 UU no 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal 12 tahun. Sedangkan terhadap HD dan WIN dikenakan pasal 114 dengan ancaman hukuman 20 tahun atau seumur hidup.

Top