Game Online Bikin Pelajar Kecanduan, DPRD Kota Malang Mulai Susun Aturan Operasional Warnet

Feb 09, 2018 13:07
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Choirul Amri saat ditemui awak media. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Choirul Amri saat ditemui awak media. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Banyaknya keluhan masyarakat soal pelajar yang kecanduan permainan game online direspons lembaga legislatif. Saat ini Komisi D DPRD Kota Malang tengah menggodok peraturan daerah (perda) inisiatif yang bakal mengatur operasional warnet, rental PS, dan game online. 

Dalam aturan tersebut, nantinya akan ada pembatasan soal jam buka, bentuk bilik warnet, layanan yang disediakan, hingga aturan menunjukkan identitas sebelum mendapat akses komputer warnet. 

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

"Perda inisiatif ini muncul karena banyak masyarakat yang mengeluh karena anak mereka kecanduan game online di warnet. Dari pulang sekolah nge-game sampai tengah malam, besok paginya malas sekolah," ujar Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Perda Warnet, Choirul Amri. 

Amri mengungkapkan, meski banyak yang menyebut saat ini warnet sudah mulai berkurang, namun jumlahnya masih di angka ratusan. Selain itu, nantinya aturan juga akan disusun untuk rental-rental PS. "Kalau data dari Dinas Kominfo Kota Malang, warnet yang berizin saat ini masih ada sekitar 300 warnet. Belum lagi yang bandel dan tidak berizn," jelasnya.

Salah satu aturan teknisnya, lanjut Amri, pemuda yang ingin mengakses game online harus menunjukkan kartu identitasnya. Sehingga dapat dipantau apakah datang di jam belajar atau tidak. "Intinya bukan membuat larangan, tapi mengatur agar game ini tidak mengganggu belajar siswa," tegasnya. 

Selain itu, nantinya juga akan ada sanksi yang diberikan. Baik bagi pengelola warnet maupun pengguna warnet yang melanggar. Pengguna yang melanggar bisa dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring). Sementara bagi penyelenggara warnet, bisa hingga pencabutan izin usaha. 

"Perda ini sudah jalan di beberapa daerah. Misalnya di Depok, Solo, Pekanbaru. Setelah pelemparan ranperda, segera kami adakan dialog dengan stakehoolder terkait," jelasnya. Penyusunan perda itu, lanjut Amri, juga akan melibatkan pengusaha warnet dan juga dinas pendidikan. 

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

Tidak hanya narkoba yang bisa membuat orang kecanduan, tetapi aktivitas seperti permainan game online juga. MalangTIMES merangkum beberapa -kasus yang melibatkan pemuda dan pelajar akibat kecanduan game online. Misalnya awal Januari 2018 lalu, MSN pemuda 17 tahun asal Desa Jatiguwi, Kabupaten Malang nekat membobol rumah warga lain untuk mencuri.

Saat diamankan UPPA Polres Malang, pemuda itu beralasan ingin menjual barang curiannya untuk bermain game online. Polres Malang Kota pun pernah menangani kejadian serupa pada 2017 lalu. BPD, salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Kota Malang mencuri mobil temannya untuk memenuhi keinginannya bermain game online dan berjudi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Berita MalangDPRD Kota MalangDinas Kominfo Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru