Presiden Jokowi saat menyalami Bupati Malang Rendra Kresna yang merupakan salah satu tokoh kelahiran Madura saat menerima penghargaan nasional. (Dok. MalangTIMES)
Presiden Jokowi saat menyalami Bupati Malang Rendra Kresna yang merupakan salah satu tokoh kelahiran Madura saat menerima penghargaan nasional. (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dari pulau garam Madura yang panas, mereka lahir dan mencatatkan dirinya sebagai anak bangsa yang dimiliki bersama secara nasional.

Karena pemikiran, kiprah serta perjuangannya yang tidak tersekat ruang kecil bernama Madura.

Baca Juga : Lawan Covid 19, Polisi Berikan Bantuan APD dan Suplemen Tambahan bagi Tim Medis RSSA Malang

Pergulatan intelektual, sosial-budaya, pemerintahan, politik yang mereka jalani telah memberikan sumbangsih besar bagi bangsa dan negara.

Karenanya, walau mereka berasal dari pulau kecil bernama Madura, ketokohannya telah teruji dan terbukti di kancah nasional. Bahkan nama harum mereka sampai di mancanegara.

Banyak para tokoh berdarah Madura, baik budayawan, ilmuwan, negarawan, politikus, artis yang menghiasi lembaran sejarah bangsa yang memiliki sekitar 1.340 suku menurut Badan Pusat Statistik tahun 2010 ini.

Dari banyaknya tokoh tersebut, MalangTIMES secara acak menyajikan perwakilan dari ketokohan mereka sesuai dengan kiprahnya, dulu sampai kini.

1. Abdul Halim Perdanakusuma

Abdul Halim Perdana Pahlawan Nasional kelahiran Sampang

Namanya diabadikan menjadi nama Bandar Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta. Juga dijadikan nama pada kapal perang KRI Abdul Halim Perdanakusuma.

Pahlawan nasional kelahiran Sampang, 18 November 1922 ini, merupakan pejuang kemerdekaan yang pernah diberi kepercayaan untuk membeli dan mengangkut perlengkapan senjata dari Thailand.

Dalam proses membawa pulang berbagai senjata api dengan memakai pesawat terbang jenis Anderson yang akan digunakan dalam pertempuran dengan Belanda di Sumatera tahun 1948, pesawatnya jatuh.

Jatuhnya pesawat dengan muatan penuh berbagai senjata ini sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Dugaan hanya mengerucut pada cuaca buruk dan disabotase. Di pesawat yang jatuh dan ditemukan disebuah hutan  berdekatan dengan Kota Lumut, Perak, Malaysia, tim penyelamat menemukan jasad Halim (meninggal 14 Desember 1947).

Sedangkan seluruh senjata dan rekannya bernama Iswahyudi tidak diketemukan. Raib seperti di telan bumi.

Jasad Halim pernah di makamkan di kampung Gunung Mesah, Malasyia, sebelum akhirnya dipindahkan ke Jakarta dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

2. Abdul Hadi Wiji Muthari

Abdul Hadi WM seorang budayawan dan ahli filsafat kelahiran Sumenep

Ahli filsafat yang juga budayawan dan sastrawan kelahiran Sumenep, 24 Juni 1946, yang terlahir dengan nama Abdul Hadi Wijaya dan lebih dikenal sebagai Abdul Hadi WM adalah salah satu sosok tokoh Madura yang pemikirannya sangat banyak membantu bangsa dan negara.

Melalui berbagai karya tulisnya, baik dibidang kesusasteraan melayu nusantara, Islam dan pluralisme, telah mengantarkan Abdul Hadi menjadi sosok yang pemikiran melintas pulau-pulau di nusantara bahkan dunia.

Kiprahnya tersebut membuat Presiden SBY memberikan Penghargaan Satyalancana Kebudayaan di tahun 2010.

Di tahun 2014, Abdul Hadi juga memperoleh Habibie Award di bidang sastra dan kebudayaan. Karya-karya diterjemahkan ke dalam berbagai Bahasa asing.

Seperti bahasa Inggris, Prancis, Belanda, Jepang, Jerman, Cina, Thailand, Arab, Bengali, Urdu, Korea dan Spanyol.

3. Mohammad Mahfud M.D

Mahfud MD tokoh nasional kelahiran Sampang

Siapa tidak kenal dengan sosok kelahiran Sampang, 13 Mei 1957 ini. Kiprah dan sepak terjangnya, baik sebagai pejabat negara yang bersih, tegas dan jujur telah membuat Mahfud MD menjadi tokoh nasional yang jadi panutan masyarakat banyak.

Sebagai pendidik pun pemikiran-pemikiran Mahfud MD menjadi barometer di dunia keilmuan di Indonesia. 

Di tangannya Mahkamah Konstitusi (2008-2013) menjadi lembaga yang terkenal dengan ketegasannya dalam memutus segala perkara yang masuk.

Berbagai jabatan kenegaraan yang diembannya, seperti menjadi anggota DPR, Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional serta lainnya, tidak membuat sosok sederhana sarat pengalaman berorganisasi ini terseret riuhnya skandal dalam pemerintahan.

4. Raden Panji Mohammad Noer

Raden Panji Mohammad Noer Gubernur Jatim periode 1967-1976 kelahiran Sampang

Agawe Wong Cilik Melu Gumuyu (membuat rakyat kecil ikut tertawa, red) adalah ungkapan terkenal yang disampaikan sosok kelahiran Sampang, 13 Januari 1918, di depan Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 1973, saat Cak Noer (sapaan akrab masyarakat Jawa Timur (Jatim) kepadanya, red) masih sebagai Ketua Fraksi Utusan Daerah.

Gubernur Jatim periode 1967 – 1976 yang dikenal sebagai gubernurnya rakyat kecil ini, merupakan sosok negarawan yang meniti karirnya dari bawah.

Dari pegawai magang di Kantor Kabupaten Sumenep, Asisten Wedana, Patih (Wakil Bupati), Bupati Kabupaten Bangkalan, Residen (Pembantu Gubernur), Pejabat Sementara Gubernur Jawa Timur, hingga menjadi seorang Gubernur Jawa Timur.

Baca Juga : Viral Penutupan Akses Masuk ke Bali Via Banyuwangi, Ternyata Begini Faktanya

Dari pemikirannya yang visioner saat itu, jembatan Suramadu yang kini membentang dari pulau Jawa ke Madura, merupakan salah satu gagasannya. Gagasan pembangunan jembatan Suramadu sudah lahir sejak tahun 1950 di pikirannya saat Mohammad Noer menjabat sebagai Patih (Wakil Bupati) Kabupaten Bangkalan. Kiprah lainnya adalah saat Cak Noer yang meninggal di Surabaya, 16 April 2010 pada usia 92 tahun ini, menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Perancis. Dia berhasil mempromosikan potensi wisata Indonesia di mata dunia. 

5. Rendra Kresna

Rendra Kresna Bupati Malang dua periode kelahiran Pamekasan

Tokoh buruh kelahiran Pamekasan, 22 Maret 1962 dari pasangan H Sjamsuni dan Hj Sulasmi ini merupakan sosok lokal yang memiliki pengalaman panjang dalam organisasi dan pemerintahan.

Karakternya sebagai pekerja keras dan dibarengi kecerdasannya membaca berbagai peristiwa dan zaman, telah mengantarkannya menjadi Bupati Malang selama dua periode (2010-2015 dan 2016-2021).

Walau berkiprah di daerah, prestasinya sebagai Bupati Malang telah mengantar wilayah terluas kedua di Jawa Timur ini sebagai salah satu daerah potensial dengan beragam potensi besar.

Baik di bidang pertanian dan perkebunan, industri, pariwisata, budaya dan lainnya. 

Jantungnya Jawa Timur (The Heart of East Java) pun melekat dengan Kabupaten Malang yang dalam kepemimpinannya telah banyak menuai prestasi skala nasional di berbagai bidang.

Tipikal kuat dan ciri khas kepemimpinan Rendra yang sempat popular dengan sapaan Bung Rendra ini, adalah sikapnya yang dekat dengan rakyatnya. Jauh dari kesan pencitraan, sosok Rendra Kresna menjadi bagian dalam kehidupan nyata masyarakat Kabupaten Malang.

Sosok dan kiprahnya ini yang membuat kecintaan masyarakat sangat besar untuk bupati kesembilan belas di Kabupaten Malang ini. Prestasi nasional pun terus di raih dari berbagai bidang.

6. D. Zawawi Imron 

Si Celurit Emas Zawawi Imron budayawan kelahiran Sumenep

Budayawan dengan julukan Celurit Emas yang lahir di desa Batang-batang, Kabupaten Sumenep, adalah sosok tokoh panutan.

Baik dibidang sastra yang digelutinya maupun dalam perilaku kesehariannya.

Tidak tergoda dengan popularitas yang dimilikinya, Zawawi Imron bersetia dengan tanah kelahiran dan cintanya pada dunia sastra dan agama Islam, sampai saat ini.

Berbagai karya puisinya telah menjadi bagian kekayaan bangsa dalam kebudayaan nusantara. Tak salah kalau si Celurit Emas ini kerap mendapat apresiasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Misalnya, penghargaan The S.E.A Write Award" tahun 2012 yang diberikan keluarga kerajaan Thailand untuk para penulis di kawasan ASEAN.

Beragam karyanya pun telah dialihbahasakan dalam beberapa Bahasa, seperti Inggris, Belanda dan Bulgaria.

Sumber : Diolah dari berbagai sumber