[09:37, 4/2/2018] +62 822-5729-5078: Suliyono saat membuka layanan aplikasi LPSE di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
[09:37, 4/2/2018] +62 822-5729-5078: Suliyono saat membuka layanan aplikasi LPSE di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Aplikasi layanan dan fasilitas di sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Pemkot Batu terus digeber meski ganti pengelola. 

Kini LPSE Pemkot Batu dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sebelumnya, aplikasi tersebut ditangani bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang). “Sistem LPSE ini dikelola oleh Diskominfo sejak awal 2017, sesuai dengan UU 23 Tahun 2014,” ungkap Muhammad Agoes Mahmudi, kabid pengelolaan dan layanan informasi Diskominfo Pemkot Batu, Minggu (4/2/2018).

Baca Juga : Ditemukan Sepatu, Kaus Kaki, Topi di Dekat Hilangnya Pendaki Gunung di Kota Batu

Ia menjelaskan, saat ini LPSE menggunakan aplikasi versi baru. Aplikasi baru ini lebih mempermudah masyarakat untuk mendapatkan informasi dan mendaftar sebagai peserta lelang. 

"Di sini memang LPSE bertugas untuk memberikan fasilitas yang mempermudah bagi mereka yang akan mendaftar. Saat ada versi baru, kami tugasnya memperkenalkan dan menjelaskan," tambah Mahmudi saat ditemui di ruangannya di Balai Kota Among Tani.

Bahkan ada juga kebijakan baru dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP). Kebijakan itu diberikan kepada penyedia mendaftar sebagai peserta lelang di Kota Batu. Dan, secara otomatis, penyedia itu bisa mengikuti lelang yang ada di seluruh Indonesia.

"Kalau sekarang lebih enak. Misal daftar di Kota Batu, bisa lelang di luar Batu juga. Kalau dulu kan, kalau daftar di Batu, ya (ikut lelang di) Batu saja," ungkapnya.

Baca Juga : Lari seperti Kesurupan, Pendaki Hilang di Gunung Buthak Panderman Batu

Diskominfo Kota Batu juga memberikan fasilitas lainnya. Yakni memberikan bantuan saat ada kesalahan, namun hanya bisa dilakukan di kantor Diskomninfo Kota Batu. Ya karena memang di sana disediakan satu meja dan komputer untuk mengurus pendaftaran.

Sementara itu, staf kabid Pengelolaan dan Layanan Informasi LPSE, Suliyanto, menjelaskan bahwa beda aplikasi versi baru dengan yang lama adalah segi tampilan dan detail jenis pengadaan yang di lelang. “Misalnya dari segi tahap pengadaan, diversi baru penyedia bisa mengetahui secara detail tanggal proses lelang," ujar Suliyanto. Untuk saat ini pihaknya sudah mengajukan lagi versi web atau aplikasi terbaru agar mempermudah pendaftar. (*)