Tim BPDB Kota Batu saat mengevakuasi bencana di area Payung, Jalur Batu-Kediri, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. (Foto: Pusdalops PB-BPBD Kota Batu for BatuTIMES)

Tim BPDB Kota Batu saat mengevakuasi bencana di area Payung, Jalur Batu-Kediri, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. (Foto: Pusdalops PB-BPBD Kota Batu for BatuTIMES)



MALANGTIMES - Menyambut awal Bulan Februari 2018, Kota Batu tidak terlepas dari bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Ya memang cuaca beberapa hari terakhir hujan diserati dengan angin, terlebih daerah yang rawan akan bencana tersebut.

Seperti Kamis (1/2/2018) ada tiga titik kejadian tanah longsor dan pohon tumbang yakni di area Payung 2, Payung 3 jalur menuju Batu-Kediri, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu dan Jl Raya Pacet Sumber Brantas, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji.

Seperti yang terjadi pada bencana rumpun bambu tumbang di area Payung 2, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Bermula karena hujan deras dan angin kencang menyebabkan rumpun bambu tumbang ke jalan raya Batu-Kediri, yang mengakibatkan tertutupnya sebagian badan jalan.

Akibatnya, arus lalu lintas terhambat. Upaya yang dilakukan tim BPBD Kota Batu dan warga setempat melakukan pemotongan bambu dan pembersihan lokasi sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Batu Achmad Choirur Rochim menjelaskan selain rumpun bambu tumbang juga disertai dengan tanah longsor pada lokasi Payung 3, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Sama halnya dengan rumpun bambu tumbang, tanah longsor ini juga menutup sebagian ruas jalan. 

“Karena cuaca hujan disertai angin memang daerah tersebut sangat rawan dengan longsor dan pohon tumbang. Pada bulan Januari lalu beberapa kali daerah Payung dilanda tanah longsor dan pohon tumbang,” kata Rochim. 

“Saat ini penanganan rumpun bambu tumbang dan longsor di Payung sudah selesai dilakukan. Arus lalu lintas sudah kembali lancar,” tambahnya.

Selain itu juga terjadi  pohon tumbang pukul 09.00 di Jl Raya Pacet Sumber Brantas, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji.

Pohon tumbang itu terjadi karena terjadi hujan deras dan angin kencang yang menyebabkan pohon  masih hidup yakni jenis pohon jabon tumbang ke jalan raya. Pohon ini memiliki diameter 30 centimeter dan tinggi pohon 10 meter yang mengakibatkan menutup sebagian jalan raya.

Tak pelak, arus lalu lintas pun terhambat hingga tim BPBD Kota Batu, Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi melakukan pemotongan dan pembersihan. “Untuk mengatasi hal tersebut memang arus lalu lintas terhambat. Sebab kami melakukan buka tutup arus lalu lintasnya,” jelas Roxhim.

Ia menghimbau bagi pengendara yang melewati daerah rawan seperti di area Payung agar lebih berhati-hati. Mengingat di sana seringnya terjadi bencana seperti tanah longsor dan pohon tumbang.

End of content

No more pages to load