Kids Zaman Now di Malang Raya Ternyata Belum Lirik e-Money

Jan 30, 2018 11:04
Ilustrasi transaksi non-tunai. (Foto: Google Image)
Ilustrasi transaksi non-tunai. (Foto: Google Image)

MALANGTIMES - Pemerintah terus menggeber program-program transaksi non-tunai dengan menggunakan perangkat elektronik atau e-money. Namun, tampaknya masyarakat Malang Raya masih lebih banyak mengandalkan pembayaran secara cash less alias bayar kontan. 

Sebagai kota pendidikan, saat ini di Malang Raya khususnya Kota Malang, dipenuhi dengan kids zaman now atau anak-anak muda yang tengah mengenyam pendidikan tinggi maupun menjadi pekerja di sejumlah instansi. Meski demikian, jumlah penggunaan kartu elektronik (e-money) yang masih terbilang minim.

Baca Juga : HMI Kisip Brawijaya Salurkan Bantuan APD dan Handsanitizer ke RS Saiful Anwar

Meski sejumlah perbankan sudah mengeluarkan e-money, namun kenyataan di lapangan, belum banyak yang menggunakannya. Pemimpin Wilayah BRI Malang Busrul Iman mengatakan, di sekitar wilayah Malang Raya, terdata ada 750 ribu brizzi (e-money dari BRI) yang sudah disebar ke masyarakat.

Akan tetapi jika dibandingkan penduduk Malang Raya yang di kisaran angka empat juta jiwa, jumlah tersebut dibilang masih sedikit. "Memang saat ini kami masih terus menggelar sosialisasi secara periodik. Sudah ada jadwal baik ke nasabah existing maupun komunitas," ujar Busrul. 

Brizzi sendiri bisa dibilang sebagai pioneer kartu elektronik yang diterbitkan oleh perbankan. Sehingga, mereka telah bekerja sama dengan lebih banyak merchant untuk kemudahan transaksi nasabahnya. Saat ini, dana yang tersimpan di dalam Brizzi maksimal Rp 1 juta dan dapat langsung digunakan tanpa harus registrasi terlebih dahulu.

"Selain itu, untuk kemudahan isi ulang, bisa diisi melalui ATM bank BRI maupun bank lain yang sudah bekerja sama," paparnya.

Terpisah, Area Head Bank Mandiri Malang Theresia Pratiwi Hastari mengungkapkan, penggunaan e-money di wilayah Jawa Timur mencapai 315 ribu kartu. Sedangkan untuk wilayah Malang Raya, share-nya masih berada di angka 25 persen atau di kisaran angka 79 ribu kartu. Dia juga menekankan program-program pengenalan transaksi non-tunai pada kalangan pelajar dan mahasiswa. 

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

"Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengguna kartu elektronik, kami bekerja sama dengan kampus, sekolah dan berbagai komunitas untuk penyebaran dan pemanfaatan kartu," terangnya. Theresia menyampaikan, e-money bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tol dan pembayaran transportasi umum.

Selain itu, kartu elektronik juga bisa digunakan di beberapa merchant. Seperti pom bensin bertanda khusus, minimarket, tempat rekreasi hingga restoran. "Kafe-kafe kekinian yang jadi jujukan nongkrong anak muda juga kami ajak kerja sama, sekaligus agar e-money ini semakin populer seperti target pemerintah pusat," sebutnya. 

Untuk isi ulang atau top up kartu, lanjut dia, bisa dilakukan melalui ATM maupun merchant bertanda khusus. "Bahkan, bisa juga melalui aplikasi di smartphone Android," imbuhnya. Sementara untuk isi ulang bisa dilakukan hingga batas maksimal, yaitu Rp 1 juta. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Transaksi Non Tunaie MoneyPemimpin Wilayah BRI MalangBusrul Iman

Berita Lainnya

Berita

Terbaru