Lukisan di Museum Kesehatan Jiwa Lawang Ini Bikin Merinding, Kenapa?

MALANGTIMES - Wilayah Kabupaten Malang tak hanya memiliki potensi wisata alam, pegunungan dan pantai saja. Namun, tak banyak masyarakat mengetahui keberadaan wisata sejarah dan edukasi tentang kesehatan yaitu Museum Kesehatan Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat. 

Wisata sejarah yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang ini, merupakan Museum Kesejatan Jiwa pertama kali dan satu-satunya di Indonesia yang menyajikan sekitar 700 koleksi benda-benda dan dokumen kuno yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Rumah Sakit Jiwa peninggalan Belanda tersebut.

Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat diharapkan menjadi wahana pembelajaran sekaligus saksi sejarah perkembangan teknologi kedokteran di bidang kesehatan jiwa.

Rumah Sakit Jiwa dr. Radjiman Wediodinigrat Lawang sendiri didirikan berdasar Surat Keputusan Kerajaan Belanda No. 100 tanggal 30 Desember 1865. Pada 23 Juni 1902, Rumah Sakit Jiwa ini dibuka secara resmi dengan nama “Krankzinigen Gesticht te Lawang” dengan kapasitas percobaan 500 pasien dan merupakan rumah sakit jiwa tertua kedua di Indonesia setelah Bogor.

Dinamakan demikian untuk menghargai jasa-jasa dr. Radjiman Wediodiningrat, yang merupakan dokter pertama di Jawa yang bertugas di Rumah Sakit Jiwa Lawang.

Inilah deretan koleksi alat kesehatan di Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat untuk mengedukasi masyarakat maupun pengunjung.

Dimana koleksi benda yang terpampang di dalam museum terbilang sadis untuk digunakan pada abad ke-19 silam. 

1. Bak hydrotherapy.

Peralatan ini digunakan tenaga medis RSJ pada abad ke-19 untuk merendam pasien yang kambuh agar tenang dan pasien tidak bisa memberontak.

2. Sepasang straight jacket.

Yakni jaket putih dengan banyak tali serta gesper dengan bukaan di bagian punggung. Di ujung lengan terdapat tali yang gunanya untuk mengaitkan dua tangan ke belakang dengan posisi sedekap. 

Lalu ada juga pasung kayu. Biasanya digunakan dengan posisi duduk, dua kaki dimasukkan ke dua lubang kayu yang bisa dibuka tutup. 

3. Alat pengiris otak.

Bila pengunjung melihat pasti bergidik. Aat-alat ini diletakkan di laboratorium zaman dulu untuk meneliti otak manusia beserta gangguan-gangguannya.

4. Ada rantai kaki,

pasung tangan, gergaji tulang yang digunakan pasien yang mengalami gangguan jiwa. 

5. Pasung kayu yang biasanya digunakan dengan posisi duduk

dua kaki dimasukkan ke dua lubang kayu yang bisa dibuka tutup. 

6. Ada 30 lukisan berbagai aliran karya pasien RSJ Lawang.

Ada lukisan aliran realis yang menggambarkan pemandangan alam gunung lengkap dengan sawahnya, lukisan bunga, dan lukisan wajah manusia dengan garis-garis wajah yang terlihat sempurna untuk karya pasien RSJ.

lukisan itu dikerjakan pasien yang memang asalnya memiliki bakat melukis. Mereka dikategorikan dalam pasien menjelang normal. Artinya perilaku dan tingkah laku mereka sudah terlihat seperti manusia tanpa gangguan jiwa, meskipun secara kejiwaan belum normal. 

Apalagi kita menyediakan ruang Kreasi yang bisa dimanfaatkan semua pasien untuk mengeksplorasi bakat minat mereka.

Top