Tanah longsor mengakibatkan gudang peralatan dapur ikut terbawa longsor di Jalan Argopuro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Jumat (19/1/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Tanah longsor mengakibatkan gudang peralatan dapur ikut terbawa longsor di Jalan Argopuro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Jumat (19/1/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Hujan yang terjadi Kamis (18/1/2018) malam menyisakan reruntuhan tanah, bebatuan, dan perkakas rumah tangga yang terimbun di Jl Argopuro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Jumat (19/1/2018). Ya usai hujan reda, sebagian rumah milik Didik Suhendro itu pukul 03.30 Jumat atau hampir subuh (19/1/21018) longsor.

Saat ini tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, perangkat desa, Polsek Batu, Koramil Batu, linmas dan warga sekitar bergotong-royong. Ya mereka langsung melakukan penanganan darurat dengan melakukan pemasangan terpal dan bambu penyangga bangunan.

Area yang tergerus longsor itu berukuran luas 10 meter dengan  kedalaman 4 meter dan lebar 1,5 meter. Di area itu berdiri gudang peralatan dapur yang ikut terbawa dengan material menuju sawah warga. "Yang longsor itu juga pelengsengan atau fondasi rumah saya," kata Didik Suhendro, pemilik rumah.

Saat terjadi longsor pukul 03.30, Didik tidak berada di rumah. Hanya ada istrinya, Tarmi, bersama anaknya di rumah. Ketika pukul 03.30, saat tidur, mereka merasakan gemuruh tepat berada di sebelah kamarnya.

"Posisi tidur, lalu tiba-tiba dengar suara gemuruh. Ternyata setelah dilihat, gudang perabotan alat dapur yang juga ikut terbawa," ungkap Tarmi saat ditemui di rumahnya.

Rencananya tim akan segera memasang bronjong. Apalagi, melihat kondisi rumah sangat berbahaya, terlebih saat musim hujan. "Ini sudah kedua kalinya kami mengalami bencana. Pertama saat di sini terjadi angin cukup kencang membawa atap dapur saya," katanya kepada BatuTIMES.

Ya tepatnya satu bulan yang lalu, atap dapur rumah Didik terkena terjangan angin. Namun saat itu hanya dilaporkan kepada pihak RT. 

Sementara itu, Lurah Sisir, Kecamatan Batu, Dian Fachroni mengutarakan, untuk saat ini pihaknya bersama tim lain langsung menindaklanjuti kejadian tersebut. Sebab, kejadian yang menimpa warganya cukup parah jika tidak segera ditangani.

"Langsung tanggap darurat. Penanganan diberi bronjong. Kebetulan juga ada material bekas pelengsengan," ungkap Dian di lokasi tanah longsor. "Kemudian akan diberi bantuan bronjong tiga sampai empat lapis bertangga. Supaya tidak ada longsor. Tapi ini sifatnya masih darurat," imbuhnya.

Dian menjelaskan terjadi tanah longsor itu di karena kemiringan tanah yang cukup curam. Ditambah  tidak adanya saluran irigasi mengakibatkan air terus menggerus tanah sehingga pelengsengan ambrol. “Nanti kita usahakan untuk membuatkan saluran irigasi juga,” ujar Dian. (*)