Seperti Via Vallen, Para Bupati Ini Berdendang tentang Cintanya untuk Jatim

MALANGTIMES - Lagu Kabeh Sedulur yang dinyanyikan Via Vallen untuk Pilkada Jatim 2018 menyimpan pesan sangat dalam.  Terutama bagi para kontestan yang akan berkontestasi dalam perlehatan tersebut. 

Dalam lagu Kabeh Sedulur tersebut, kental ajakan untuk menyukseskan pilgub Jatim secara demokratis dan tidak terjadi tindakan-tindakan yang membuat kerukunan dan persaudaraan masyarakat Jatim remuk karena perebutan jabatan. Intinya,  lagu tersebut menyuarakan pesan perdamaian dalam perbedaan berpolitik dan memilih wakilnya nanti di Pemerintahan Provinsi Jatim. 

Tapi,  tahukah Anda bahwa bukan hanya kalangan artis yang menyumbangkan suaranya agar Jatim tetap bersatu dalam persaudaran.  Sejumlah bupati pun pernah berdendang dalam menyampaikan rasa cintanya kepada Jatim. Bahkan suara para bupati ini masuk dalam album musik campursari bertajuk Cintaku di Jawa Timur,  sekitar tahun 2012 lalu. 

Siapa saja bupati yang pernah berdendang dan memuja Jatim melalui olah vokalnya tersebut? MalangTIMES menyajikannya untuk Anda. 

1. Bupati Malang Rendra Kresna 

Rendra Kresna, selain piawai memimpin wilayah terluas kedua di Jatim,  juga fasih mendendangkan lagu-lagu campursari. Dalam album Cintaku di Jawa Timur,  Rendra menyumbang dua lagu yang kerap dinyanyikannya sampai kini dalam beragam acara.  Yaitu Tanduk Majeng dan Sido Rondo.  Bagi bupati berdarah Madura ini, menyanyi juga merupakan alat untuk bisa dekat dengan masyarakatnya. “Musik itu universal. Jadi, mudah untuk jadi alat mengakrabkan diri. Terutama antara pimpinan dengan masyarakatnya,” kata Rendra sambil mengenang saat dirinya rekaman suara di akhir tahun 2011 lalu.

Kegemarannya menyanyi orang nomor satu di Kabupaten Malang ini masih bisa kita lihat. Saat Rendra berada dalam acara-acara di tingkat desa, seperti Bina Desa yang jadi salah satu program kerja inovatif Kabupaten Malang.

Lewat lagu juga, lanjut Rendra, sebuah daerah bisa memiliki identitas. “Lagu bisa jadi duta dalam mengenalkan identitas daerah. Sama dengan kesenian lainnya, seperti wayang, topeng dan lainnya,” pungkas dia.

2. Bupati Bojonegoro Suyoto

Bupati Bojonegoro Suyoto atau sering disapa Kang Yoto ini, selain piawai dalam urusan memimpin, juga punya bakat menyanyi. Karena itu, Gubernur Jatim Soekarwo mengajaknya juga untuk menyumbangkan suaranya dalam album musik campursari. Kang Yoto juga dikenal sebagai pencipta lagu di masyarakatnya. Misalnya lagu Waduk Pacal dan Bojonegoro Matoh yang kerap dinyanyikan.

Bagi Kang Yoto, bernyanyi selain sebagai bentuk hiburan, juga menjadi alat refleksi sosial. “Jadi, selama memimpin Bojonegoro, banyak hal yang saya temui. Ini yang terkadang saya jadikan ide untuk mencipta sebuah lagu,” ujarnya seperti dilansir di media lokal Bojonegoro.

3. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah

Saiful Ilah, bupati Sidoarjo dua periode, juga terpilih oleh Pakde Karwo untuk mengisi lagu di album campursari Cintaku di Jawa Timur. Kota yang juga melahirkan penyanyi Via Vallen yang kini hits dan menjadi pengisi suara lagu Pilgub Jatim 2018, seperti mengulang jejak sejarah penyumbang suara untuk perdamaian melalui lagu. Saiful Ilah yang juga kerap tampil bernyanyi di berbagai kegiatan, menjadi bagian dari spirit para penyanyi muda di Sidoarjo untuk menapak karir di dunia musik nasional.

4. Bupati Blitar Herry Noegroho

Bupati Blitar dua periode, 2006-2016, Herry Noegroho ini juga termasuk kategori pecinta musik. Bernyanyi kerap dia lakukan dalam kepemimpinannya di Blitar. Tidak hanya di acara-acara santai di ruangan atau gedung saja. Tapi Herry juga kerap bernyanyi untuk menghibur warganya di situasi-situasi mencekam. Seperti saat Gunung Kelud akan meletus sekitar tahun 2007. Herry dengan fasih menghibur warganya yang diungsikan di posko terpadu perkebunan Nyunyur, Gandusari, Blitar.

Itulah empat bupati yang memiliki hobi bernyanyi dan pernah mengeluarkan album campursari Cintaku di Jawa Timur. Album ide dari Pakde Karwo itu bertujuan ingin lebih mengenalkan Jawa Timur dengan lagu-lagu campursarinya. (*)

Top