Kondisi longsor yang menerpa rumah warga di Desa Ngadirejo, Kabupaten Malang disebabkan hujan lebat disertai angin kencang. (foto : Humas Tagana Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Kondisi longsor yang menerpa rumah warga di Desa Ngadirejo, Kabupaten Malang disebabkan hujan lebat disertai angin kencang. (foto : Humas Tagana Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Longsor kembali menimpa wilayah Kecamatan Poncokusumo. Sebelumnya Kamis (4/1/2018) lalu terjadi tebing longsor di Dusun Wonosari dan Krajan Pandansari yang mengakibatkan akses ruas jalan Poncokusumo tertutup. Kali ini, longsor terjadi yang menimpa lima rumah warga di Desa ngadireso pada Jumat (5/1/2018).

Humas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Malang, Ali Usman menjelaskan kejadian longsor longsor di Desa ngadireso yang menimpa lima rumah warga tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB hingga 20.00 WIB.

"Kejadian longsor disebabkan hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Malang," ungkap Ali kepada MalangTIMES, Sabtu (6/1/2018).

Ali menjelaskan secara rinci lima korban yang rumahnya roboh di RT.03 RW.01. Pertama pada pukul 16.00 WIB tebing belakang rumah Sarkun sepanjang 20 meter dengan ketinggian 8 meter longsor. Lalu, sekitar pukul 17.00 WIB terjadi longsor di tebing belakang rumah Miskal sepanjang 15 meter dengan kedalaman 8 meter.

Kondisi longsor yang menerpa rumah warga di Desa Ngadirejo, Kabupaten Malang disebabkan hujan lebat disertai angin kencang. (foto : Humas Tagana Kabupaten Malang for MalangTIMES)

"Malamnya lagi ada longsor yang menimpa rumah milik Saprah, Riyanto gedek rumahnya rusak, dan Sutris yang tertimpa longsor pada bangunan dapur rumah dan kandang kambingnya sekitar pukul 20.00 WIB," jelasnya.

Lebih lanjut Ali menerangkan lima rumah korban yang terkena longsor di rumah Sarkun kesehariannya ditempati 5 anggota keluarga. Dan rumah Saprah setiap harinya didiami 3 orang anggota keluarga.

Sedangkan, rumah milik Sutris ada 4 orang anggota keluarga, dan rumah Riyanto ada 5 orang anggota keluarga, serta rumah Miskal ditempati 5 orang anggota keluarga.

Melihat kejadian longsor tersebut, pada Sabtu pagi masyarakat dibantu BPBD, Tim Tagana, kepolisian, dan Camat Poncokusumo melaksanakan kerjabakti gotongroyong bersama membersihkan longsoran.

"Pagi tadi kami bersama warga membersihkan puing longsoran dengan membangun damping pada tebing yang longsor terutama di belakang rumah Sarkun dan Miskal, karena jarak longsoran dengan rumah mereka sangat dekat dan rawan longsor," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, masing-masing korban seperti Sarkun mengalami kerugian Rp 20 juta, Saprah kerugian sekitar Rp 3 juta, Riyanto Rp 1 juta, Miskal mengalami kerugian Rp 10 juta, dan Sutris mengalami kerugian Rp 1 juta. Sehingga tercatat jumlah total kerugian mencapai Rp 35 juta.

Sementara itu, Camat Poncokusumo, Sukarlin menyampaikan atas kejadian longsor yang menimpa warganya itu pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk kewaspadaan di musim hujan bagi warganya yang berada di wilayah rawan longsor.

"Masyarakat harus waspada dengan kejadian longsor kali kedua ini, antisipasi tadi pagi dilaksanakan kerjabakti untuk membuat saluran air seperti terasiring maupun saluran air," pungkasnya.

Sukarlin mengimbau kepada masyarakat yang wilayahnya rawan bencana dengan sosialisasi menggalakkan giat gotong royong program pembuatan saluran air, karena penyebab longsor rata-rata genangan air yang menumpuk tak bisa keluar dari selokan air.