Trie Utami saat membuat karya lukis bersama ABK Griya Anita di area pameran lukisan di Jatim Park 3, Jumat (5/1/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Trie Utami saat membuat karya lukis bersama ABK Griya Anita di area pameran lukisan di Jatim Park 3, Jumat (5/1/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Aksi tidak biasa ditunjukkan penyanyi papan atas Trie Utami bersama abangnya, komposer Purwacaraka. Jika biasanya menghibur para penonton dengan suara merdu dan lantunan musik yang memukau, kali ini mereka menghibur dengan cara yang berbeda. Ya, mereka berbagi ilmu melalui melukis bareng anak berkebutuhan khusus (ABK) Kota Batu di bawah naunhan Griya Anita, Jumat (5/1/2018).

Di balik suara merdu dan cipta lagu yang memukau, ternyata Iie -sapaan akrab Trie Utami- punya konsen di bidang melukis. Hal tersebut dibuktikan Iie di depan para penyandang tunadaksa, tunanetra, down syndrome, autis, dan pasca-trauma di area pameran Jatim Park 3.

Di atas papan kanvas berukuran 30 x 30 centimeter dan beberapa kuas yang dipegangnya, dengan cekatan pelantun lagu "Kau Datang" itu mengekspresikan sebuah kukisan abstrak dengan pemilihan warna kuning, hitam, putih, oranye kepada ABK.

Kemudian Iie juga meninjau satu per satu dan mencoba berkomunikasi kepada ABK yang juga sedang berproses melukis. Dan ternyata memang kedatangannya itu karena ingin tahu secara langsung yang dilakukan para orang tua untuk dapat memberikan ruang kepada ABK.

“Dengan kegiatan seperti ini, potensi tersembunyi para ABK bisa keluar. Bukan hanya dunia musik, tapi juga melukis seperti ini dengan karya lugu mereka,” ungkap perempuan berdarah Sunda dan Jawa ini.

Mantan vokalis Krakatau Band tersebut menjelaskan, kegiatan melukis itu juga salah satu ruang untuk terapi yang paling baik di luar musik. Melukis memberikan kesempatan merasakan dan melakukan hal itu karena ABK berhak mendapatkan terapi, bahkan tidak boleh telat. “Saya memang sejak kecil sudah konsen di dunia lukis. Itu salah satu ekspresi kami,” imbuhnya.

Hal yang serupa juga diungkapkan Purwacaraka. Bagi Purwacaraka, melukis merupakan seni treatment yang bagus bagi para ABK. “Dari tarikan garis mereka, saya benar-benar mengapresiasi di balik kekurangan mereka. Satu potensi yang harus terus dikembangkan,” ucapnya.

Bahkan Purwacaraka juga tertarik dengan pameran lukisan yang dipajang oleh ABK tersebut. Dalam kesempatan tersebut, ia juga membeli karya ABK untuk dipajang di rumahnya.

“Kebetulan saya suka lukisan. Jadi, saya tertarik, apalagi ternyata yang membuat lukisan itu ABK. Selain mengapresiasi, saya juga bangga sama mereka. Kebetulan saya ingin beli lukisan mereka," tambahnya.

Semetara itu, Ketua Griya Anita Dyah Rani Ayu menjelaskan, hadirnya seniman yang mendukung para ABK akan menjadikan semangat bagi para orang tua. Diharapkan orang tua ebih bangga dan semangat bahwa di balik kekurangan anak mereka, ada satu kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh anak lainnya.

“Dengan hadirnya para seniman yang terkenal ini jadi dukungan orangtua ternyata karya anaknya dihargai para seniman. Ya supaya lebih semangat mendukung jika di balik ekurangan mereka, ada kelebihannya,” ujar perempuan yang akrab disapa Nia ini.

Griya Anita telah melangsungkan pameran lukis sejak 16 Desember hingga bulan Februari mendatang. Selain lukisan di tas kanvas, juga ada sepatu lukis tas kanvas dan toples lukisan. Karya itu juga sebuah karya dari ABK. Setiap harinya sebagian ABK membuat karya di tempat tersebut. (*)