Barang bukti pencurian perhiasan yang terjadi di Kepanjen sebulan lalu yang akhirnya bisa dibekuk kepolisian. (Istimewa)
Barang bukti pencurian perhiasan yang terjadi di Kepanjen sebulan lalu yang akhirnya bisa dibekuk kepolisian. (Istimewa)

MALANGTIMES - Setelah melarikan diri sekitar satu bulanan, pencuri yang menggasak perhiasan senilai Rp 155 juta milik warga Kepanjen, tertangkap juga.

Kepolisian yang melakukan penyelidikan setelah kejadian pencurian di bulan Desember 2017 lalu di rumah Hardi (36) pedagang permata di jalan Adi Santoso RT 1 RW 2 Kelurahan Kepanjen,  Kecamatan Kepanjen, berhasil menjebak dan menangkap pelaku.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Melalui penyamaran sebagai pembeli, pelaku yang bernama Suhari (46) warga RT 3 RW 14 Desa Jatirejoyo, Kecamatan Kepanjen, akhirnya keluar juga dari persembunyiannya. Setelah hampir satu bulan dicari kepolisian atas tindakannya.

Kompol Bindriyo Kapolsek Kepanjen menyatakan, proses penangkapan pelaku dilakukan setelah anggota  menyamar menjadi pembeli perhiasan yang ditawarkan pelaku. Dan berhasil mengelabui pelaku.

"Pelaku ditangkap di bengkel Play Ofer Lawang saat akan menjual 1 cicin berlian curiannya ke anggota yang menyamar sebagai pembeli," kata Bindriyo, Jumat (5/1/2018).

Penangkapan pelaku pencurian dilakukan setelah diyakini perhiasan yang ditawarkan sesuai dengan sertifikat perhiasan yang juga digondolnya saat melakukan pencurian.

Dari penangkapan tersebut, kepolisian mengembangkan  pengembangan di kamar kos pelaku pencurian di Sukorejo, Pasuruan. Dari tangannya diamankan barang bukti hasil pencurian yang dilakukannya sebulan lalu.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Barang bukti yang di sita berupa 160 butir atau biji perhiasan permata safir, kalung garnet, cicin emas putih permata ruby, kecubung, junjung drajat, perak permata safir, cincin perak permata  batu venus biru, merah, kuning, hitam, dan lainnya. Selain itu juga ada satu tas abu-abu dan coklat milik korban, satu sepeda motor serta surat-surat perhiasan bukti kepemilikan dari pelapor.

Dari keterangan Kapolsek Kepanjen, kronologis kejadian tindak pidana pencurian oleh pelaku dilakukan dengan cara mencukit jendela kamar dan mengambil tas milik korban yang berisi barang berharga perhiasan. 

"Saat kejadian korban tidur. Pelaku selanjutnya keluar lewat jalan semula setelah berhasil menggasak seluruh perhiasan dengan taksiran 155 juta rupiah," ujar Bindriyo.