Tanah jembatan Gombong Ngantang ambles dan memutus akses jalan antar dusun (Istimewa)

Tanah jembatan Gombong Ngantang ambles dan memutus akses jalan antar dusun (Istimewa)



MALANGTIMES - Wilayah-wilayah berkategori merah di Kabupaten Malang, terus mengalami bencana alam sepanjang tahun 2017. Baik banjir, longsor maupun amblesnya tanah di berbagai fasilitas umum masyarakat. 

Kini, di awal tahun 2018, bencana alam kembali hadir. Dua peristiwa longsor di wilayah Poncokusumo dan tanah ambles di Ngantang yang disebabkan hujan deras sepanjang hari.

Di Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, hujan lebat menyebabkan tanah di jembatan penghubung dusun ambles. Terlihat lubang menganga besar memutus akses jalan antar dusun di Desa Pagersari.

Amblesnya tanah tersebut menurut Camat Ngantang Eru Suprijambodo dikarenakan hujan lebat sekitar pukul 12.00 WIB. "Hujan lebat ini mengikis tanah yang membuat amblesnya jembatan Gombong yang merupakan akses penghubung dusun," kata Eru, Kamis (04/01).

Amblesnya tanah jembatan tersebut, membuat Muspika Kecamatan Ngantang bersama perangkat desa dan warga untuk sementara menutupnya. "Karena tidak bisa dilalui kendaraan dan juga berbahaya kalau dipaksakan. Saat ini kita perbaiki dengan sesek dulu," ujar Eru.

Di wilayah berbeda yaitu di Poncokusumo, sekitar pukul 12.45 WIB, hujan lebat juga membuat tanah longsor di Dusun Wonosari, Desa Pandansari. Tanah longsor sepanjang 5 meter (m) dengan ketinggian 15 m ini, sangat membahayakan rumah warga yang berada di atas longsoran. 

Walau tidak ada kerugian material dan korban jiwa, longsor di Wonosari cukup membuat warga yang memiliki rumah di atas cemas dan takut. 

Berbeda dengan longsor yang terjadi di Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo. Longsor yang terjadi hampir tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB hari Rabu (03/01) kemarin, membuat warga bernama Tarap mengalami kerugian material sebesar Rp 20 juta.

Tarap menceritakan, sebelum terjadi longsor  hujan turun lebat sekali disertai angin kencang. "Tiba-tiba saja ruangan dapur rumah saya ambruk karena tergerus longsor," ujarnya.

Bencana longsor yang cukup kerap terjadi, selain dipengaruhi faktor topografis wilayah Kabupaten Malang yang berbukit-bukit juga karena cuaca ekstrem sepanjang tahun.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang yang rutin memberikan imbauan, hanya mampu untuk mengingatkan masyarakat untuk terus berhati-hati.

"Bencana alam tidak bisa diprediksi datangnya. Karenanya kita himbau warga yang rumahnya di tempat tinggi (bukit, lereng, red) atau dipinggiran sungai untuk terus waspada," ujar Bambang Iswanto Kepala BPBD Kabupaten Malang.

End of content

No more pages to load