Salah satu kejadian tanah longsor di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Salah satu kejadian tanah longsor di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)


Editor

Heryanto


Selama 2017, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Batu mencatat 114 bencana di Kota Batu. Terbanyak yang sering terjadi adalah bencana tanah longsor.

"Total kejadian tersebut terbagi dari 101 kejadian bencana dan 13 kejadian situasi darurat non bencana," ungkap Sasmito, Kepala BPBD Kota Batu, Selasa (2/1/2018).

Rinciannya tanah longsor disertai pohon tumbang 2 kejadian, pohon tumbang 17 kejadian, puting beliung 2 kejadian, kebakaran rumah atau bangunan 10 kejadian.

Lainnya banjir disertai tanah longsor ada 7 kejadian, plengsengan ambrol 12 kejadian, tanah ambles 3 kejadian, tanah longsor 40 kejadian, banjir 10 kejadian, rumah rusak 4 kejadian, kebakaran hutan ada 2 kejadian, evakuasi orang hingga 6 kejadian, dan kecelakaan 4 kejadian

Dampak yang ditimbulkan akibat bencana selama tahun 2017, tercatat 2 orang meninggal, 12 orang luka-luka dan 9 orang mengungsi dan menderita.

Kerusakan fisik akibat bencana meliputi 24 unit rumah rusak, kerusakan infrastruktur 29 unit, dan ekonomi produktif 8 buah.

Dari 3 kecamatan yang ada di Kota Batu, Kecamatan Batu terdampak paling banyak bencana dengan 61 kejadian, Kecamatan Junrejo (20 kejadian), dan Kecamatan Bumiaji sebanyak 33 kejadian.

Ia menjelaskan Kota Batu dengan keadaan geografis yang didominasi daerah pegunungan  memungkinkan terjadi banyak bencana tanah longsor pada musim hujan dan kebakaran hutan saat musim kemarau. Upaya mengurangi risiko bencana ke depan harus menjadi prioritas di semua sektor.

"Untuk itulah sudah saat kita harus siap menghadapi bencana. Besar kecilnya bencana sangat ditentukan oleh alam. Faktor manusia juga berpengaruh besar terhadap kerusakan alam," katanya.

Menurutnya, pengaruh siklon tropis Cempaka pada November 2017 lalu tidak terlalu berdampak di kawasan Kota Batu.

Hal ini dikarenakan siklon tropis Cempaka hanya berdampak di pesisir Selatan Pulau Jawa. Kota Batu yang terletak di tengah  Jawa Timur hanya terdampak hujan intensitas tinggi disertai angin kencang pada beberapa hari.

Dibandingkan pada tahun 2016 jumlah bencana tahun ini meningkat. Jika tahun 2017 ada 114 kejadian, tahun 2016 terdapat 107 kejadian. "Iya memang tahun ini meningkat. Tahun 2016 kasusnya memang tidak sebanyak sekarang," jelas Sasmito.

Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan telah melaksanakan 70 kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan menghadapi Bencana pada tahun 2017. Kegiatan ini dilaksanakan ke sekolah-sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa hingga tingkat Desa. 

Dengan rincian di tingkat TK sebanyan 3 kali kegiatan, SD/MI 8 kali kegiatan, SMP 2 kali kegiatan, SMA/SMK/MA 16 kali kegiatan, tingkat mahasisiwa 5 kali kegiatan, Sekolah Luar Biasa 1 kali kegiatan.

Pemkot Batu juga menyelenggarakan pelatihan relawan tingkat desa/kelurahan sebanyak 34 kali dan di Puskesmas Sisir 1 kali.

End of content

No more pages to load