Ilustrasi laka laut di perairan selatan yang merenggut korban jiwa 5 orang. Satu korban hanyut dari perairan pantai Baron Yogyakarta dan ditemukan di sekitar pantai Sempu Kabupaten Malang. (Istimewa)
Ilustrasi laka laut di perairan selatan yang merenggut korban jiwa 5 orang. Satu korban hanyut dari perairan pantai Baron Yogyakarta dan ditemukan di sekitar pantai Sempu Kabupaten Malang. (Istimewa)

MALANGTIMES - Menutup tahun 2017, kecelakaan laut di wilayah perairan laut selatan yang terjadi di bulan Desember telah merenggut 5 korban jiwa.

4 korban jiwa terjadi di wilayah selatan pantai Kabupaten Malang, yaitu 3 pelajar ditelan ombak Pantai Bangsong Teluk Asmara (BTS) yang terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Sabtu (30/12/2017). Satu korban lain di pantai Regent Srigonco, Bantur, Minggu (31/12/2017).

3 korban di pantai BTS bernama Indra Ardiatmoko (17), Diki Wahyudi (17) dan Sandi Mohamad R (16). Dari tiga korban, baru ditemukan dua korban (Indra dan Diki) oleh tim SAR gabungan.

Satu korban di Pantai Regent bernama Eko Hendarto (43) warga Jombang juga tidak bisa diselamatkan setelah terseret ombak besar. Walaupun bisa ditolong petugas, kondisi korban tidak terselamatkan.

Jatuhnya korban di perairan wilayah selatan, cukup disayangkan. Dengan gencarnya peringatan dari BMKG maupun berbagai larangan dari para petugas pantai tentang bahaya berenang di pantai selatan. Tidak membuat warga yang datang mematuhinya.

"Kita berulang-ulang memperingati pengunjung agar tidak berenang. Tapi terkadang diabaikan," kata Bagyo Setiyono Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Senin (01/01/2018).

Belum usai 4 korban laka laut ditemukan semua, tim SAR gabungan kembali menemukan sosok jasad terapung di sekitar Pantai Sempu. Korban akhirnya teridentifikasi bernama Ilham Desta Andriyanto (15) pelajar SMP 2 Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta.

Dari rilis yang dikeluarkan Satlinmas Rescue Daerah Istimewa Operasi II Pantai Baron, Gunungkidul, Yogyakarta, korban terbawa ombak sejak tanggal 26 Desember 2017 sekitar pukul 06.30 WIB.

Kronologis kejadian laka laut tersebut, mirip dengan kasus di pantai BTS. Dimana korban bersama teman-temannya berenang di aliran sungai Pantai Baron yang masuk zona merah bahaya I. Karena tidak bisa berenang, korban terseret ke tengah dan hilang.

Setelah dilakukan pencarian berhari-hari tidak ditemukan di sekitar lokasi kejadian, akhirnya korban ditemukan di Pantai Sempu dengan kondisi yang memprihatinkan. Setelah sekitar 7 hari hanyut oleh ombak perairan selatan yang telah diprediksi BMKG akan mengalami pasang sampai 4 meter lebih ini.