Contoh desain Vernakular bak truk. Unik, lucu dan ada sisi satir di balik warna-warninya. (Istimewa)

Contoh desain Vernakular bak truk. Unik, lucu dan ada sisi satir di balik warna-warninya. (Istimewa)



MALANGTIMES – Bagi anda yang biasa di jalanan, tentu tidak asing dengan keunikan berbagai desain Vernakular atau Tipografi bak truk. Keunikan berbalut satir yang akan mengundang anda ngakak atau mengelus dada.

Pasalnya, Vernakular yang merupakan bahasa lokal atau dialek lokal masyarakat tertentu, meminjam istilah Walt Wolfram dan Natalie Schiling-Estes, seringkali menohok. Baik lewat tulisan maupun gambar di bak truk.

Gambar dan tulisan di bak truk dibuat oleh pengemudi sebagai bentuk eskpresi sosial terhadap kondisi dan fenomena yang mereka lihat dan jalani setiap hari. Ekspresi inilah yang kemudian mereka tuangkan di bak truk secara cerdas, nakal dan binal, atau hanya untuk sekedar lucu-lucuan. Sebagai bentuk perlawanan kultural mereka dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya.

“Kalau ini memang saya yang minta pada pembuat lukisannya, mas,” kata Abdul Sholeh pengemudi truk tebu asal Bululawang kepada MalangTIMES sambil menunjukkan lukisan seorang perempuan cantik dengan tulisan, ‘ Ora Usah Dolanan Barang Nylempit (Jangan Mainan Barang yang Terjepit, red) Enak’e Sak Menit Rekosone Sundel Langit’ (Enaknya Semenit Akibatnya Sampai Langit, red).

Saat ditanya MalangTIMES makna dari tipografi tersebut, Abdul mengatakan, dirinya ingin mengingatkan dirinya sendiri saat berada di jalanan. “Agar eling (ingat, red) bahwa saya di jalanan untuk mencari nafkah keluarga. Selain itu juga ini ada maknanya untuk para koruptor itu. Yang senengnya mainan barang nylempit,” terangnya.

Ungkapan Abdul diiyakan juga oleh Sudradjat, sesama pengemudi yang meminta bak truknya dilukis sosok perempuan yang juga cantik dengan tulisan. “Duh…Gusti, lindungilah aku dari godaan Cabe-cabean, para mantan, wanita penghibur, tante girang, janda muda, istri orang. Amiiin!!!”.  

Ada juga yang semacam ini, “Ojo Nuruti Aku Lek Wedi Sangumu Entek (Jangan nuruti aku kalau takut uang sakumu habis, red),”. Tulisan-tulisan ini kata Sudradjat adalah pangeling-eling mereka yang terbiasa menghabiskan waktunya di jalanan dalam mencari nafkah. “Namanya supir truk mas, godaannya besar,” ujarnya sambil tertawa.

Selain sebagai pengingat dan sindiran terhadap fenomena korupsi yang masih saja marak, tipografi bak truk juga dipakai untuk lucu-lucuan dan menyindir fenomena sosial masyarakat saat ini. “Jangan Ngaku CANTIK Kalo Belum Macarin PRIA BERISTRI,”. Gambarnya, tetap perempuan cantik. 

Untuk memotivasi diri, dengan kreatif dan tentunya bikin siapapun yang membaca tertawa adalah tulisan, “Ojo Ngaku Ayu Yen Dorong duwe Bojo Supir. Supir Itu Ngangeni. (Jangan mengaku Cantik kalau belum punya suami supir, red)”. Gambarnya, bisa ditebak tetap perempuan cantik dengan belahan dada yang terlihat menantang.

Perempuan cantik memang menjadi idola bagi para supir truk untuk memakainya dalam tipografi bak kendaraannya. Hal ini menurut Unggul Negara seorang pelukis bak truk asal Lawang, lebih pada identitas seksual mereka yang sampai saat ini berjenis kelamin laki-laki.

“Mereka laki-laki menjadi normal saat mereka meminta lukisan perempuan cantik di bak truknya. Ini juga sebagai motivasi bagi mereka yang masih lajang. Untuk mendapatkan istri yang cantik,” ujarnya.

Unggul melanjutkan, bagi mereka yang sudah memiliki keluarga sebagai bentuk pengingat diri. “Bahwa mereka bekerja berminggu-minggu sampai berbulan-bulan di jalanan untuk menafkahi keluarganya yang menunggu di rumah,” imbuhnya.

End of content

No more pages to load