MALANGTIMES – Memasuki tahun 2018, mesin partai politik (parpol) wilayah Malang Raya mulai menghangat. Rangkaian peristiwa politik dalam hitungan bulan sudah di depan mata. Baik Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) yang dilanjut dengan Pilihan Presiden di tahun 2019.

Rangkaian pesta demokrasi terbesar tersebut, tentunya, membuat seluruh parpol yang telah mengikuti berbagai seleksi yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin intensif menggalang kekuatan. Tidak terkecuali di Kabupaten Malang yang di tahun 2018 sebenarnya tidak melangsungkan perlehatan demokrasi rakyat ini.

Tercatat, di beberapa hari lalu, Partai Demokrat Kabupaten Malang di bawah kepemimpinan Ghufron Marzuki melehat rapat kerja dan kaderisasi seluruh pengurus anak cabang (PAC) di Turen. Agenda Partai Demokrat jelas, mengembalikan masa keemasannya saat partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara gemilang meraup kemenangan seperti 2009.

“Saatnya Demokrat kembali kepada rakyat. Penguatan kader adalah bagian dari strategi partai untuk kembali bersama rakyat memenangkan kepentingan masyarakat secara luas,” kata Ghufron Marzuki yang namanya meroket sebagai salah satu kandidat wali kota Malang. 

Berbagai kebijakan dan strategi pun dirancang dalam sejumlah kegiatan yang melibatkan seluruh elemen dalam partai. Untuk menghadapi Pilwali Malang dan Pilgub Jatim 2018 dan tentunya menjadi kontestan Pemilu 2019.

Tidak kalah dengan Demokrat, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jatim pun memanaskan mesinnya. Melalui rapat kerja khusus (rakersus) dan training of trainer (ToT) saksi, Sabtu (23/12) kemarin, seluruh kader sampai pejabat teras partai NasDem hadir. Terlihat Ketua Dewan Pakar DPP Parta NasDem I Ketut Swardhana, Ketua Komisi Saksi Nasional Putu Artha, Sekretaris DPW Jatim Aminurrohman, Ketua Dewan Penasehat DPW Jatim Moch. Geng Wahyudi. Minus ketua DPW NasDem Jatim yang juga Bupati Malang Rendra Kresna yang sedang berada di luar kota.

“Tahun 2018, Partai NasDem mengusung calon dalam perlehatan pilkada. Tentunya agenda ini menjadi sangat penting untuk dilakukan dalam memberikan pembekalan kepada para kader. Khususnya bagi para saksi yang nanti akan langsung terjun di lapangan, “ ujar Putu Artha kepada MalangTIMES.

Partai Perindo Kabupaten Malang tidak ingin kalah melaju. Setelah administrasi partai terverifikasi KPU dan telah menjalankan verifikasi faktual, Perindo menjanjikan gerak cepat. Baik dalam merangkul dukungan massa lewat berbagai kegiatan maupun melakukan penjaringan calon-calon potensial untuk menjadi calon DPRD. “Kita optimis mendapatkan kursi tujuh khususnya di Kabupaten Malang nanti. Mesin politik kami kan bekerja all out dalam perlehatan pilkada dan Pilpres 2019,” ujar Purwito, sekretaris jenderal Perindo Kabupaten Malang.

Memanasnya mesin parpol membuat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jatim menekankan pentingnya panwaskab bekerja optimal dalam mengantisipasi adanya berbagai praktek politik yang menabrak aturan. Misalnya, praktik politik uang yang setiap perlehatan demokrasi rakyat ini selalu mencuat dan menjadi perbincangan luas dalam masyarakat.

Aang Kunaifi, koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Jatim, mengatakan panwaskab harus semakin memantapkan persiapan menghadapi Pilkada 2018 dan 2019. “Pemberian politik kepada masyarakat secara berkelanjutan adalah salah satu agenda penting kita di daerah. Dengan adanya pendidikan ini kita berharap warga menjadi pintu utama menghalau praktik politik uang serta lainnya,” ucap Aang. (*)