NU Kota Malang Minta Karaoke Striptis Ditutup Selamanya

MALANGTIMES  - Terbongkarnya praktik striptis di karaoke Doremi VIP, Kota Malang, membuat masyarakat dan ulama geram. Karenanya, mereka meminta agar Pemkot Malang bertindak tegas dengan mencabut izin karaoke striptis selamanya.

Bahkan dalam waktu dekat ini, PCNU Kota Malang akan mengambil langkah nyata untuk memerangi aksi-aksi asusila yang kerap terjadi di tempat-tempat hiburan malam tersebut. Salah satu langkah yang akan diambil NU di antaranya akan memberikan rekomendasi kepada pemkot agar karaoke striptis tak boleh buka selamanya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang KH Isroqunnajah mengatakan, NU akan segera menyikapi pornoaksi yang terjadi di tempat-tempat hiburan malam. Rencananya, pada Sabtu (23/12/2017) ini, pengurus PCNU akan berkumpul. "Dan salah satu agenda yang akan kami bahas adalah mengenai mulai maraknya aksi asusila di lokasi hiburan malam," kata Gus Is, sapaan akrab KH Isroqunnajah. 

Dia mengatakan, besar kemungkinan rekom yang akan diberikan kepada pemkot dibuat dalam bentuk tertulis. Sebab aksi asusila seperti striptis ini, terangnya, sudah sangat berbahaya bagi masyarakat.
"NU tentunya sangat berharap agar pemkot tegas. Jika pemkot tidak tegas terhadap karaoke yang sudah terbukti melakukan asusila, maka kegiatan-kegiatan pornoaksi tersebut bisa diulangi di karaoke lainnya," sambungnya.

Pria yang juga menjadi Wakil Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim itu juga meminta agar pemkot lebih selektif lagi terhadap pemberian izin tempat hiburan.

Ulama meminta jangan sampai di Kota Malang ini berdiri Alexis seperti di Jakarta. Alexis sendiri sudah ditutup oleh Pemprov Jatim karena praktik asusilanya.
Alexis menyediakan tempat khusus untuk semua hiburan. 

Di Alexis ada hotel, karaoke, spa, panti pijat, dan menyediakan wanitanya. "Jangan sampai berdiri tempat-tempat seperti itu di kota ini," tegasnya.

Aksi striptis atau tarian telanjang di Doremi dibongkar oleh Polda Jatim pada Kamis (21/12/2017) lalu.
Polisi berhasil menangkap basah pelaku saat sedang beraksi di karaoke yang berada di Jalan Trowulan, Kecamatan Lowokwaru.

Dalam rilisnya yang dilakukan pada Jumat (22/12/2017) tadi, polisi mengamankan beberapa pemandu lagu (LC) dan menetapkan dua orang (mami dan papi LC) sebagai tersangka.

Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Jawa Timur AKBP Eko Hengky P mengatakan, dua tersangka yang diamankan anggota Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Jatim adalah ARS (papi LC), warga Cimahi Selatan dan NH alias ERS (mami LC) atau asisten papi ARS, warga Genteng Wetan, Kecamatan Wetan.

Sedangkan LC yang diduga melakukan tarian telanjang adalah MLN, DV, dan MLTI. 
Sedangkan dua orang tamu pengunjung AG dan TS diperiksa sebagai saksi. Polisi juga menjadikan YNT (kasir) sebagai saksi.

Saat digrebek di salah satu ruangan tempat karaoke itu, ditemukan 3 lembar bra, 1 celana dalam warna pink, 1 lembar tisu habis pakai, 1 kondom belum terpakai, dan 3 kondom bekas terpakai.

Polisi juga mengamankan 1 bendel bill (bukti pembayaran), serta uang sebanyak Rp 8.200.000.

Para LC tersebut bisa di-booking (untuk berbuat asusila) di dalam kamar maupun di luar kamar rumah karaoke, dengan tarif Rp 1,5 juta per orang. LC tersebut juga bisa melakukan aksi tarian telanjang, dengan tarif Rp 750 ribu per orang.

Top