Pacu Kemajuan IKM Mamin, Disperindag Kabupaten Malang Intensif Galakkan Pelatihan

Dec 21, 2017 14:30
Disperindag Kabupaten Malang fokus melakukan pelatihan kepada IKM mamin, baik dalam pengolahan maupun kemas produk. (Dalam gambar ilustrasi kemasan kopi yang mencantumkan gambar petani dan biografinya, ilustrasi). (Istimewa)
Disperindag Kabupaten Malang fokus melakukan pelatihan kepada IKM mamin, baik dalam pengolahan maupun kemas produk. (Dalam gambar ilustrasi kemasan kopi yang mencantumkan gambar petani dan biografinya, ilustrasi). (Istimewa)

MALANGTIMES - Industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Malang terbilang berjumlah banyak. Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, IKM makanan dan minuman (mamin) saja mencapai sekitar 150 ribu unit yang tersebar di berbagai wilayah terluas kedua di Jawa Timur (Jatim) ini.

Banyaknya IKM mamin tersebut tentunya menjadi potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Malang. Sisi lainnya adalah tantangan dalam menguatkan IKM mamin, baik secara produk, pemasaran maupun yang berhubungan dengan berbagai prasyarat yang ditentukan dalam aturan perdagangan dan industri.

Baca Juga : Potensi Kuliner di Kabupaten Malang Kian Berkembang, Pemerintah Bakal Sediakan Anggaran Sertifikasi Halal

Tahun 2016, tercatat keberadaan ratusan IKM mamin masih belum terstandarisasi sesuai SNI (standar nasional Indonesia). Sedangkan sekitar 100 IKM telah mengantongi SNI dalam upaya mengembangkan sayap pemasaran ke luar negeri. "Karena itu, kita terus intensifkan pembinaan IKM khususnya mamin di tahun 2017 ini," kata Nurcahyo, kepala Disperindag Kabupaten Malang, melalui Kepala Bidang Industri Agro Agus Satriyo.

Berbagai kegiatan pembinaan tersebut menjadi program kerja rutin di Disperindag Kabupaten Malang dalam menguatkan IKM yang secara kekuatan  merupakan penopang stabilitas perekonomian ini. Selain tentunya mampu mengangkat derajat kesejahteraan para pelaku IKM sendiri.

Berbagai pelatihan olahan makanan dan minuman yang dilakukan Disperindag Kabupaten Malang, terlihat setiap bulannya. Rata-rata pelatihan IKM mamin dalam setiap bulannya sebanyak dua kali dengan memfokuskan pada pelayanan di pedesaan.

Menurut Agus, hal tersebut didasarkan pada tumbuh kembangnya IKM mamin lebih banyak berada di perdesaan. Selain tentunya IKM yang berada di pedesaan membutuhkan sentuhan lebih. 

“Industri rumah tangga di pedesaan harus bisa tumbuh dan berkembang seperti di kota. Harapannya tentu agar dapat mengurangi pengangguran, pengentasan kemiskinan dan meningkatkan perekonomian di pedesaan pada khususnya," ujarnya.

Sentuhan Disperindag Kabupaten Malang terhadap IKM berbasis pedesaan terlihat dalam pelatihan sari buah, keripik tempe sagu, aneka roti dan kue kering  di Desa Pojok, Kecamatan Dampit, yang  diikuti  30 orang. Peserta berasal dari lima desa, yakni Desa Pamotan, Desa Rembun, Desa Pojok, Desa Jambangan dan Desa Majang Tengah. 

Pelatihan keripik pisang dan aneka olahan pisang di Sumbermanjing Wetan dan anyaman bambu di Wonosari yang membuat Hj Jajuk Rendra Kresna terpesona saat acara bina desa adalah beberapa komitmen Disperindag  mensukseskan visi misi Kabupaten Malang.

Baca Juga : Fatwa Haram Produk Mamin Pakai Merek Setan, Iblis, Neraka, MUI Sumbar Minta Pemerintah Keluarkan Regulasi

Namun, persoalan klasik IKM mamin pun, misalnya mengenai kemasan berbagai macam olahan dari buah dan sayuran, tidak luput disasar. "Untuk pelatihan kemasan produk telah kita lakukan diberbagai IKM. Contohnya, di Turen dengan pelatihan kemasan produk buahnya IKM Desa Gedokwetan dan sekitarnya," ujar Agus.

Berbagai pelatihan yang dilaksanakan oleh Disperindag Kabupaten Malang menurut Nurcahyo, merupakan bagian dari wujud komitmen dinasnya bersama OPD lain untuk mewujudkan tiga program kerja besar yang jadi pedoman pembangunan.

"IKM menjadi penting dalam mewujudkan tiga program tersebut karena berhubungan langsung dengan peningkatan perekonomian masyarakat. Selain tentunya bisa menjadi pelengkap dalam pariwisata," ujar mantan kadispora Kabupaten Malang ini.

Harapan besar terhadap IKM khususnya mamin ini tentunya perlu dibarengi dengan kerja keras Disperindag sebagai leading sector. Kerja inilah yang terus diintensifkan dalam berbagai pembinaan dan pelatihan. "Apalagi kita sudah masuk dalam era perdagangan terbuka. IKM perlu untuk terus dikuatkan," pungkas Nurcahyo.(*)

Topik
MalangBerita Malangperistiwa malangKopi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru