MALANGTIMES - 187 hari jelang penentuan pemimpin Kota Malang, beberapa partai politik semakin menunjukkan upaya lobi-lobi politik menuju panggung pilkada. Meski terkesan senyap di permukaan, partai-partai politik yang ada rupanya telah menyusun strategi-strategi khusus. 

Misalnya Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Selama ini, partai yang dipandegani Prabowo Subianto itu beberapa kali menunjukkan manuver politik. Tetapi, belum ada sikap pasti hingga saat ini. 

Termasuk Mei lalu, Gerindra menginisiasi rembuk politik enam partai di gedung DPRD Kota Malang. Gerindra juga menunjuk mantan pembalap sekaligus anggota DPR RI Moreno Soeprapto untuk mengisi kekosongan jabatan ketua DPC Gerindra Kota Malang Oktober lalu. 

Nama Moreno sendiri santer dikabarkan akan menjadi pesaing kuat petahana Wali Kota Malang Moch. Anton jika pembalap tersebut resmi mendapatkan rekomendasi partai. Untuk memperjelas arah dukungan, hari ini (201/12/2017) partai berlambang kepala burung garuda itu menggelar rapat koordinasi cabang khusus (rakorcabsus) DPC Gerindra Kota Malang. 

Ketua Dewan Penasihat DPC Partai Gerindra Kota Malang Bambang Taufik mengungkapkan, dalam rakorcabsus itu dibahas kesiapan partai jelang Pilkada Malang 2018. "Kami rembuk bersama arah dukungan partai ini nanti seperti apa, termasuk mengevaluasi komunikasi-komunikasi politik yang sudah dijalin," ujar Taufik. 

Dia mengungkapkan, hingga saat ini semua kemungkinan masih terbuka. Baik untuk mendukung calon-calon yang sudah mendeklarasikan diri ke publik maupun mempertimbangkan mengusung calon sendiri. Mengingat, di Pilgub Jatim 2018 mendatang, Gerindra juga mengambil langkah untuk mengusung calon sendiri. 

"Masih ada kesempatan bagi Gerindra untuk mengusung calon sendiri. Tapi komunikasi kami baik, dengan Abah Anton, Bu Nanda (Ketua DPC Hanura Kota Malang Ya'qud Ananda Gudban), Pak Sutiaji (Wakil Wali Kota Malang Sutiaji)," ucap Taufik. 

Di luar nama itu, lanjut Taufik, Gerindra juga mempertimbangkan nama Ketua DPD Golkar Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko. "Bung Edy juga kami pertimbangkan karena untuk partai yang komunikasinya cukup dekat saat ini dengan kami, ya Golkar," ujarnya. 

Saat ditanya mengenai kemungkinan Gerindra mengusung pasangan Moreno-Sofyan Edy, Taufik menjawab bahwa semua itu masih sangat menungkinkan. "Bisa saja, kenapa tidak. Untuk Moreno, kami tunggu saja keputusan dari DPP seperti apa," tandas dia. 

Hal tersebut juga dibenarkan Ketua Badan Seleksi Kepala Daerah DPC Gerindra Kota Malang Didik Supriyanto. "Kalau pembalap itu kan menentukan keputusan di detik-detik terakhir," ujarnya. Sebab, menurut Didik, pihak partai saat ini tinggal menunggu kesediaan Moreno maju menjadi calon wali Kota Malang. 

Jika jadi berpasangan dengan Golkar, Gerindra sudah memenuhi persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk mengusung bakal calon. Sebab, di lembaga legislatif saat ini, Gerindra memiliki empat kursi dan Golkar mempunyai lima kursi. "Ya nanti setelah rakorcabsus ini hasilnya akan kami sampaikan ke pusat. Dilihat saja nantis seperti apa," ujarnya. 

Berdasarkan perhitungan MalangTIMES, kans pasangan Moreno-Sofyan Edi akan cukup kuat. Sofyan Edi sendiri sudah berpengalaman maju sebagai calon wali kota pada 2013 lalu.Mendampingi Heri Puji Utami, Sofyan Edy berhasil menggaet hingga 68.971 suara. 

Selain itu, kemenangan Gerindra di berbagai daerah, termasuk di ajang Pilgub Jakarta tahun ini, juga menjadi modal politis yang cukup besar. "Ya tentu banyak hal yang menjadi pertimbangan, apalagi beberapa hari yang lalu ada pembicaraan dengan Golkar, Demokrat, Hanura, PAN dan PPP. Saat ini kami bahas," pungkasnya. (*)