Arif Darmawan Ketua Partai Demokrat Kota Malang (kiri) bersama Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim saat menyoal Pilwali Malang 2018, Selasa (19/12). (Nana/MalangTIMES)
Arif Darmawan Ketua Partai Demokrat Kota Malang (kiri) bersama Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim saat menyoal Pilwali Malang 2018, Selasa (19/12). (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kontestasi Pilihan Wali Kota (Pilwali) Malang telah memunculkan beberapa tokoh baik petahana, elit politik lokal, maupun unsur akademisi dan masyarakat.

Walau pernah santer di pemberitaan, namun sampai saat ini beberapa tokoh yang akan berlaga di Pilwali Malang 2018 masih tarik ulur kepentingan. Mereka belum memastikan akan berpasangan dengan siapa dan partai apa.

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Hal ini juga terjadi pada Partai Demokrat Kota Malang yang mengusung Ghufron Marzuki sebagai salah satu kandidat yang diusung partai berlogo Mercy ini.

"Saat ini masih sangat cair dan belum pasti semuanya. Walau pembicaraan antar partai politik terus dilakukan," kata Arif Darmawan Ketua Partai Demokrat Kota Malang, Selasa (19/12) saat ditemui dalam acara Rapat Kerja, Kaderisasi dan Training of Trainer (TOT) DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang di Turen.

Arif menambahkan, untuk elektabilitas para tokoh yang akan maju dalam Pilwali Malang 2018 juga secara survei rata-rata masih di bawah 40 persen. "Jadi segala kemungkinan masih terbuka lebar. Kalau pun ada satu dua tokoh yang terlihat menonjol karena mereka dari petahana," ujarnya. 

Masih cairnya berbagai tokoh yang diusung parpol dalam Pilwali Malang 2018 ini, satu sisi memberikan ruang-ruang eksplorasi dalam menjajaki dan memberikan rekomendasi  para kandidatnya yang akan maju.

Pertimbangan lapangan menjadi hal utama, khususnya bagi Partai Demokrat untuk melihat peta politik yang terus berkembang di Kota Malang. "Setiap parpol berharap menang. Tapi kita tidak terburu-buru untuk itu. Pertimbangan lapangan menjadi penting dalam hal ini," ucap Renville Antonio Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim kepada MalangTIMES yang secara langsung menunjuk Arif Darmawan dan Ghufron Marzuki untuk melakukan analisis tersebut.

Masih sangat cairnya kondisi Pilwali Malang membuat Partai Demokrat masih meraba-raba berbagai peluang dan potensi yang ada. "Kita lihat dulu. Sampai saat ini belum ada satupun yang clear juga kan?," tanya Renville.

Yang pasti, lanjut Renville, Partai Demokrat akan selalu berusaha merekomendasikan kader-kader terbaiknya untuk maju di Pilwali Malang. "Kalau tidak N-1 ya N-2 nya," imbuhnya.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Dari 18 Kabupaten/Kota di Jatim, kader-kader Partai Demokrat yang akan maju dalam pesta demokrasi, tercatat 3 kota yang belum clear. Yaitu Kota Malang, Kota Kediri dan Kota Mojokerto.

Sisanya, yaitu 15 daerah sudah clear dan semuanya siap maju berperang dalam memenangkan amanah rakyat yang diembankan kepada partai. "15 daerah tersebut yang maju semuanya adalah kader kita sendiri. Walaupun kita adalah partai terbuka untuk hal ini," terang Renville.

Disinggung tentang turunnya rekom partai, Renville menjawab akhir bulan Desember sudah bisa turun.

"Semoga bisa lebih cepat, sehingga bisa untuk persiapan kemenangan juga. Karena Kota Malang juga wilayah potensial sebagai lumbung suara," pungkasnya.