Wakil Bupati Malang Sanusi (tiga dari kanan) foto bersama OPD Pemkab Malang usai menerima penghargaan juara II IGA 2017 di Jakarta. (foto : Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)
Wakil Bupati Malang Sanusi (tiga dari kanan) foto bersama OPD Pemkab Malang usai menerima penghargaan juara II IGA 2017 di Jakarta. (foto : Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berkat lima program inovasi daerah yang dimiliki Bupati Dr H Rendra Kresna, Kabupaten Malang kembali menorehkan prestasi di penghujung tahun 2017. Kabupaten Malang dinobatkan sebagai juara III Innovative Government Award (IGA) 2017 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penghargaan langsung diterima Wakil Bupati Malang Sanusi di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (18/12) malam. 

Lima program inovasi yang dibukukan Kabupaten Malang adalah perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi di Bululawang, TPSR Talangagung, home care di Puskesmas Turen, pelayanan kependudukan Jebol Anduk di Kelurahan Dampit, serta contra war di Malang. 

Wakil Bupati Malang, Sanusi mengatakan, penghargaan ini tentunya tak lepas dari kerja sama dan sinergi lima organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang dalam lima program inovasinya. "Kami pastinya merasa bangga karena lima program inovasi Kabupaten Malang ini sudah diakui secara nasional. Di antaranya contra war yang sudah digunakan pemerintah pusat untuk diterapkan di seluruh kota maupun kabupaten di Indonesia," ungkapnya.

Pencapaian penghargaan ini juga tidak lepas dari peran Bupati Malang Dr H Rendra Kresna. Selama ini Rendra getol mendorong OPD terus berkreasi dan berinovasi. Tujuannya tentu saja untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Malang.  "Sesuai visi misi Madep Manteb Manetep dengan prioritas program pembangunan Pemkab Malang, yaitu mengentaskan kemiskinan, melestarikan lingkungan, dan optimalisasi pariwisata," ujar Sanusi.

Di samping itu, penilaian inovasi daerah dilihat dari tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan inovasi lain yang disesuaikan dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Penilaian Innovative Government Award ini meliputi aspek kuantitas, aspek kualitas, dan aspek manfaat. (*)